Connect with us

News

Jadi Langganan Banjir, Desa Jajar dan Ngelang Akan Jadi Desa Pusat Laboratorium Kebencanaan Untuk Kampus.

Published

on

Jadi Langganan Banjir, Desa Jajar dan Ngelang Akan Jadi Desa Pusat Laboratorium Kebencanaan Untuk Kampus.

RASI FM – Poltekkes Kemenkes Surabaya akan membentuk desa pusat laboratorium kebencanaan untuk kampus di Desa Jajar dan Desa Ngelang. Ketua Program Studi (Kaprodi) D3 Kebidanan Poltekkes Magetan Teta Puji Rahayu mengatakan, dengan adanya desa pusat laboratorium kebencanaan untuk kampus di Desa Jajar dan Desa Ngelang maka para mahasiswa bisa belajar langsung di 2 desa tersebut untuk melakukan study terkait kebencanaan. “Otomatis mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tapi laboratoriumnya sudah terjun ke lapangan, sudah sering terdampak bencana,” ujarnya ditemui ditengah kegiatan pengabdian kepada masyarakat Sabtu (14/6/2025).

Baca Juga:  Empat Remaja Kondisinya Mulai Membaik, RSUD Sayidiman Magetan Rawat 6 Pasien Korban Ledakan Petasan.

Teta Puji Rahayu menambahkan, dengan akan ditetapkan sebagai desa pusat laboratorium kebencanaan untuk kampus, maka dipastikan tim satgas bencana desa tersebut merupakan tim yang telah memahami apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi di wilayah mereka. Masyarakat di 2 desa tersebut juga dipastikan jauh lebih siap menghadapi bencana dengan adanya sejumlah pelatihan yang dilakukan. “Di Desa Jajar dan Desa Ngelang ini kita siapkan satgas bencana, apabila terjadi bencana terutama banjir yang sering terjadi di desa ini mereka siap melakukan kegiatan mitigasi resiko bencana terutama tim satgas bencana yang nanti bisa berkoordinasi dan kolaborasi dengan tim kesehatan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Turun Level 2 Pemkab Magetan Targetkan Herd Imunity Akhir Tahun

Sementara Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana FPRB Kabupaten Magetan Sunarto mengatakan, Poltekkes Kemenkes Surabaya telah menyiapkan kedua desa tersebut melalui kegiatan pengabdian masyarakat serta melakukan riset dimana tahun 2025 merupakan tahun ke 3 menggelar kegiatan pengabdian ke masyarakat. Kedua desa tersebut nantinya akan ditetapkan sebagai desa laboratorium kebencanaan pada tahun 2027 dengan sudah siapnya sumberdaya manusia, sarana dan prasarana serta masyarakat terkait pemahaman kebencanaan.”Setelah dievaluasi dan cukup dari sisi sumberdayanya, sarana prasarananya dan masyarakat, kapasitas sudah ok, nanti kita inisiasi menjadi laboratorium kebencanaan di masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Tumbuhkan Daya Saing dan Tingkatkan Kualitas Peternakan Kambing, Komunitas Plat AE Magetan Gelar Nyencang Bareng.

Sunarto menambahkan, dengan adanya desa laboratorium kebencanaan untuk kampus selain mahasiswa Poltekkes Kemnkes Surabaya bisa belajar dan melakukan penelitian terkait pemahaman masyarakat dalam menghadapi bencana, juga bisa menjadi tujuan study banding desa lain untuk belajar menjadi desa tangguh dalam menghadapi bencana. ”Bagi kampus sebagai pusat mendidik mahasiswanya nanti terjun ke sini sudah berada di lokasi yang tepat, bagi masyarakat bisa sebagai tempat untuk study banding dari desa lain dari Kabupaten lain,” imbuhnya.(DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM