Connect with us

Pendidikan

Prodi D3 Kebidanan Magetan Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Sukowidi Dalam Pencegahan Stunting.

Published

on

Prodi D3 Kebidanan Magetan Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Sukowidi Dalam Pencegahan Stunting.

RASI FM – Prodi D3 Kebidanan Magetan bersama Kemenkes Poltekkes Surabaya menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sukowidi Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan dalam upaya pencegahan stunting. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dosen Prodi D3 Kebidanan Magetan Suparji mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat dari Prodi D3 Kebidanan Magetan merupakan bagian dari Tridharma perguruan tinggi dimana selain pendidikan dan pengajaran serta penelitian juga harus melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Dipilihnya Desa Sukowidi menurut Suparji karenakan masih tingginya angka stunting dimana stunting masuk 5 masalah permasalahan kesehatan yang harus segera diatasi. Di Desa Sukowidi tercatat ada 18 balita yang masuk kategori stunting.

”Yang 3 hari fokus pelatihan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat yaitu kader posyandu dan guru paud dari aspek pengetahuan, sikapnya juga ketrampilannya dalam rangka mendeteksi partumbuhan dan perkembangan balita.

Baca Juga:  60 Kekosongan Kepala Sekolah SD di Magetan Akan Diisi Oleh Guru Penggerak.

Sementara Teta Puji Rahayu Ketua Prodi D3 Kebidanan Magetan selaku pemateri dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengatakan, dalam kegiatan pencegahan stunting melalui program Kegiatan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) di mana untuk mencegah stunting masyarakat dari tingkat orang tua, guru TK dan PAUD serta kader Psoyandu diajak untuk melakukan pemetaan sejak dini potensi stunting dari pengamatan tumbuh kembang balita.

”SDIDTK itu bisa di dilihat secara fisik maupun dari pengukuran tinggi badan dan berat badan dan masih ada indikator lain yang digunakan untuk menilai pertumbuhan serta pengukurna lingkar kepala. Dari sini bisa diukur anak tersebut mengalami gagal tumbuh atau gagal berkembang. Kalau yang tinggi badan dan ukuran kepala khusus untuk pertumbuhannya. Jadi masih banyak penyebab pintu masuknya stunting, tidak hanya faktor nutrisi saja, tapi dari stimulasi yang diberikan kepada anak. Untuk stunting ini karena permasalahannya komplek harus di tangani seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Rekaman Pidato Gubernur Soerjo Jelang Perang 10 November 1945 Masih Hilang

Sukarsini Ketua Kader Posyandi Desa Sukowidi mengaku sangat terbantu dengan kegiatan pengabdian masyarakat dari Prodi D3 Kebidanan Magetan karena dibutuhkan pemahaman, pelatihan serta dukungan prasarana untuk melakukan pengamatan potensi stunting dari balita yang ada di Desa Sukowidi. Kasus stunting di Desa Sukowidi dipicu oleh pola asuh yang kurang memahami akan kebutuhan gizi dari orang tua yang mempengaruhi tumbuh kembang balita. Kebanyakan masyarakat masih lebih mengutamakan kepraktisan dalam memberikan makanan kepada balita dikarenakan masih minimnya pemahaman orang bagaimana menyiasati pemenuhan gizi dengan memanfaatkan hasil tanaman di lingkungan sekitar mereka.

Baca Juga:  Kementerian Agama Kabupaten Magetan Minta Sekolah Perketat Pemeriksaan Kesehatan Siswa Sebelum Divaksin.

“Kebanyakan pola asuh pemberian asupan gizi yang kurang, Mungkin ibu kurang telaten dalam memberikan makanan. Biasanya anak anak mudah jenuh. Kadang memberikan makanan dengan beli tanpa mempertimbangkan nilai gizi,” ucapnya.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Sukowidi Dalam Pencegahan Stunting oleh Prodi D3 Magetan akan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 20 Mei hingga tanggal 23 Mei mendatang. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading