Connect with us

Pendidikan

Rekaman Pidato Gubernur Soerjo Jelang Perang 10 November 1945 Masih Hilang

Published

on

Rekaman Pidato Gubernur Soerjo Jelang Perang 10 November 1945 Masih Hilang

Rasi Fm – Sebelum meletus perang 10 November 1945 di Surabaya, Gubernur Soerjo melakukan pidato di Radio Repubik Indonesia pada malam tanggal 09 November 1945 pukul 23:00 WIB. Muris Subiyantoro, juru bicara keluarga besar Gubernur Soerjo mengatakan, dalam siarannya Gubenur Soerjo yang telah diberi kewenangan penuh oleh Presiden Soekarno terkait ultimatum pasukan Inggris untuk menyerah, memilih tetap melawan mereka.
Sayangnya rekaman heroik Gubernur Soerjo di RRI untuk melawan pasukan Inggris pada waktu itu tidak diketahui rimbanya. Upaya pencarian saat ini telah dilakukan oleh keluarga besar Gubernur Soerjo. Sampai saat ini pihak keluarga besar masih melakukan upaya pencarian rekaman yang kemungkinan berupa piringan hitam atau kaset tersebut. Dia mengaku upaya penelusuran keberadaan pidato Gubernur Sorejo hanya menemukan dokumen berupa ketikan pidato yang disimpan oleh arsip Provinsi Jawa Timur.
“ Kita sampai saat ini belum pernah ketemu rekaman dari pidato Gubernur Soerjo. Di google pidato rekaman Gubernur Soerjo tidak ada, Yang ada adalah Bung Tomo. Kita sudah mencari rekaman Gubernur Soerjo sudah menelusuri RRI Surabaya, RRI Malang, sudah ke arsip nasional tetapi tidak ada rekaman itu. Kami sudah dapat akses dari arsip arsip dinas arsip Magetan untuk komunikasi arsip nasional Jakarta sudah,” jelasnya.
Muris menambahkan, langkah Gubernur Soerjo untuk tetap memilih melawan ultimatum Inggris pada saat itu tak lepas dari dukungan para kyai yang berada di Jawa Timur sehingga ketika perang 10 November meletus seluruh pemuda yang berada di luar Surabaya tumpah ruah memasuki Kota Surabaya untuk melawan tentara Inggris.
“ Dia sudah yakin Eyang Soerjo pasukannya pasti banyak karena sudah ada resolusi jihad dari poro kyai di pondok pondok, ya ini wajib kita ikut berperang. Jika kamu mati Insyallah kamu mati dalam konsidi jihad fisabilillah melawan penjajah, Seandainya resolusi jihad waktu itu tidak, saya juga tidak bisa membayangkan psikologis Gubernur Soerjo untuk berpidato di corongnya RRI untuk menolak ultimatum Inggris dia yakin rakyat Surabaya di daerah mereka,” imbuhnya.
Berpidato di corong RRI untuk melawan Inggris karena masyarakat sudah pasti mendukung,” imbuhnya.
Melalui pidatonya pada tanggal 09 November 1945 pukul 23:00, Gubernur Soerjo menyerukan kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya dan sekitarnya bahwa mereka harus memilih hancur daripada dijajah kembali. (DmS)

Baca Juga:  Pengrajin Handbag Penyandang Disabilitas di Magetan Bidik Pasar Tas Dari Kulit Kelinci

 224 total views,  3 views today