Connect with us

News

Sepekan Tak Keluar Rumah, Pria ODGJ yang Tinggal Serumah Dengan Ibunya di Magetan Ditemukan Membusuk di Kamarnya.

Published

on

Sepekan Tak Keluar Rumah, Pria ODGJ yang Tinggal Serumah Dengan Ibunya di Magetan Ditemukan Membusuk di Kamarnya.

RASI FM – Hadi Suwito (42), warga Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ditemukan meninggal dengan kondisi membusuk pada Senin sore (21/4). Kepala Desa Jajar, Eko Suprayitno mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh kerabatnya yang sedang membetulkan genting bocor. “Yang menemukan saudara korban saat memperbaiki genteng rumahnya yang bocor saat diminta oleh Sutiyem. Saat naik ke atap, kerabat Hadi mencium bau tak sedap,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Selasa (22/4/2025).

Baca Juga:  Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Magetan Perbaiki 1.400 RTLH Tahun Ini.

Eko menambahkan, korban yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa tersebut hanya tinggal bersama ibunya Sutinem (70) yang juga mengalami gangguan kejiwaan. Sepekan terakhir Eko diketahui tak keluar dari kamar tidurnya. Dari keterangan kerabat lainnya korban terakhir diketahui diperiksa dokter karena batuk darah. “Informasi dari kerabatnya sepekan lalu korban sempat diperiksakan ke dokter karena batuk darah. Setelah itu tidak keluar rumah sampai ditemukan meninggal kemarin dengan kondisi yang sudah mulai membusuk,” imbuhnya.

Eko mengatakan dalam keseharian Hadi dan ibunya hidup dari menggantungkan belas kasihan dari kerabat dan tetangganya karena keduanya mengalami ODGJ. Dari hasil pemeriksaan tim medis Eko diduga telah meninggal lebih dari 6 hari sebelum ditemukan. “Memang Hadi dan Ibunya ini mengidap ODGJ. Sebelum ditemukan oleh kerabatnya, ibunya ini ya tidur satu rumah dengan jasad Hadi,” katanya.

Baca Juga:  Dari Talut Bronjong di Kebaran Yang Roboh di Terjang Banjir, Warga Berharap Pemerintah Menelusuri Penyebabnya.

Sementara itu, Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis menyatakan tidak ada tanda tanda kekerasan pada jasad korban. Korban diduga telah meninggal sekitar satu minggu sebelum ditemukan. Untuk memastikan penyebab kematian korban pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis. “Dari tim medis korban diperkirakan sudah meninggal sekitar satu minggu dengan dugaan awal karena sakit. Sebelumnya korban sempat mengeluh muntah darah. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun untuk penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum luar dari pihak medis,” ujarnya.

Baca Juga:  Usai Ledakan Petasan Tewaskan Pelajar, Polres Ponorogo Razia Balon Udara dan Petasan.

Senin malam korban langsung dikuburkan di tempat pemakaman desa setempat mengingat jasad korban sudah mulai membusuk. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM