Connect with us

Budaya & Pariwisata

Genz Magetan Gelar Islamic Youth Camp, Dakwah Dikemas Inovatif di Ruang Terbuka

Published

on

Genz Magetan Gelar Islamic Youth Camp, Dakwah Dikemas Inovatif di Ruang Terbuka

RASI MAGETAN — Komunitas Kajian Genz Magetan terus menghadirkan inovasi dakwah yang ramah generasi muda. Bersama Posko Kebaikan Warung Makan Gratis dan didukung Teras Njajan, Genz Magetan menggelar Islamic Youth Camp sebagai salah satu program dakwah kreatif yang menyasar generasi Z. Ketua Kajian Genz Magetan, Arni Nazira, mengatakan kegiatan tersebut menjadi terobosan dakwah agar anak muda memiliki banyak pilihan dalam belajar agama. Ia menegaskan bahwa dakwah tidak harus selalu berlangsung secara konvensional di masjid atau ruang tertutup. “Alhamdulillah, hari ini Kajian Genz bersama POSKO Kebaikan Warung Makan Gratis dan support Terah Jajan mengadakan Islamic Yoga Camp. Ini adalah salah satu inovasi dakwah kami agar teman-teman punya banyak opsi ketika ingin ngaji,” ujar Arni Nazira.
Menurutnya, Magetan memiliki banyak ruang alam terbuka yang potensial dimanfaatkan sebagai media dakwah. Karena itu, Genz Magetan memilih lokasi-lokasi terbuka dan bernuansa wisata agar kegiatan kajian terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi generasi muda. “Kami ingin ngaji itu tidak hanya di masjid atau ruang tertutup. Ruang terbuka dan alam Magetan sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk menebar kebaikan antar Genz,” jelasnya.
Arni menambahkan, Islamic Youth Camp dikemas dengan konsep santai namun tetap bermakna. Panitia menghadirkan berbagai sesi menarik, mulai dari stand-up comedy sebagai pembuka, sesi materi malam bersama Ustadz Endra dari Masjid Kebudayaan Indonesia Surabaya, dilanjutkan muhasabah oleh Ustadz Tolud, hingga sharing session interaktif. Ia menilai pendekatan tersebut penting agar peserta tidak merasa bosan. “Ngaji itu tidak harus kaku. Kalau forum membosankan, besok mereka tidak mau datang lagi. Makanya kami kemas dengan hiburan dan suasana yang hangat,” katanya.
Lebih lanjut, Arni mengungkapkan bahwa Genz Magetan juga mengembangkan konsep dakwah berbasis hobi. Komunitas ini kerap menggelar kajian di alam terbuka, seperti kegiatan Ngaji on The Top di puncak gunung, menyesuaikan minat generasi Z yang gemar berpetualang. “Kami pernah ngaji di puncak Gunung Cumbi dan Kendil. Insya Allah, program Ngaji on The Top akan kami adakan rutin sebulan sekali,” ungkapnya.
Dalam penyusunan materi, Genz Magetan memilih tema-tema yang dekat dengan kehidupan generasi Z dan sedang menjadi isu aktual. Meski dikemas santai, Arni menegaskan bahwa seluruh materi tetap berlandaskan Al-Qur’an dan hadis yang sahih. “Semua kajian tetap mengacu pada dalil dan syariat. Prinsip kami, dakwah yang berlandaskan syariat tidak akan hancur. Tinggal bagaimana penyampaiannya dibuat menarik dan bisa diterima,” tegas Arni.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Genz Magetan berharap semakin banyak anak muda yang tertarik terlibat dalam kegiatan dakwah. Arni juga mengajak generasi Z untuk aktif mengambil peran dan menebar manfaat bersama komunitas Kajian Genz. “Kami ingin memperluas jaringan, anggota, dan manfaat. Harapannya, semakin banyak anak muda yang hadir, belajar, dan tumbuh bersama dalam kebaikan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Telaga Sarangan Dikunjungi 128.000 Wisatawan Selama Libur Lebaran, Hasilkan PAD Rp 2,3 Miliar.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM