RASI MEDIA – Kebijakan efisiensi anggaran membuat pelaksanaan Magetan Job Fair (MJF) 2026 hanya berlangsung selama satu hari. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Magetan, Rudy Harsono, mengatakan sekitar 1.700 pencari kerja memadati Gedung KORPRI Magetan untuk berburu peluang kerja dari 20 perusahaan yang membuka 2.159 lowongan. Ia menilai jumlah peserta tersebut cukup menggembirakan mengingat durasi pelaksanaan yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya. “Kalau melihat antusiasme masyarakat, menurut saya cukup baik. Tahun ini memang hanya satu hari, sementara tahun lalu dua hari dan pesertanya sekitar 2.000 orang. Dengan waktu hanya sehari tetapi hampir mencapai 1.700 pencari kerja, ini sudah cukup bagus,” kata Rudy Harsono, Rabu (30/7/2026).
Menurut Rudy, Disnaker akan mengevaluasi penyelenggaraan job fair, terutama dalam menyesuaikan perusahaan peserta dengan kebutuhan tenaga kerja di Magetan. Berdasarkan pengamatan Disnaker, mayoritas pencari kerja berasal dari lulusan SMA dan SMK sehingga perusahaan yang dihadirkan perlu lebih banyak membuka posisi yang sesuai dengan latar belakang tersebut. “Kami sudah melakukan pengamatan. Rata-rata tingkat pengangguran berasal dari lulusan SMA dan SMK. Karena itu, ke depan perusahaan yang dihadirkan harus lebih menyesuaikan kebutuhan pencari kerja di Magetan. Kami akan meminta EO untuk menghadirkan perusahaan yang sesuai dengan hasil pengamatan kami,” ujarnya.
Ia mengakui jumlah perusahaan peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu terjadi karena anggaran penyelenggaraan mengalami pemangkasan hingga sekitar 60 persen. “Kalau tahun lalu perusahaan yang ikut lebih dari 20, bahkan mendekati 40 perusahaan. Tahun ini memang berkurang karena anggarannya dipotong sekitar 60 persen. Dulu anggarannya lebih dari Rp200 juta sehingga bisa dilaksanakan dua hari, sekarang sekitar Rp90 jutaan sehingga kami harus menyesuaikan,” jelas Rudy.
Meski demikian, Rudy menegaskan Disnaker tetap berkomitmen menghadirkan kegiatan yang mampu mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
Sementara itu, Event Organizer (EO) Warna Mitra Sukses, Warno, mengatakan jumlah peserta yang hadir hampir mencapai target panitia. Sebanyak 1.101 pencari kerja telah mendaftar secara daring sebelum pelaksanaan, sedangkan sekitar 60 orang melakukan pendaftaran langsung di lokasi. “Yang mendaftar secara online sebanyak 1.101 orang. Kemudian yang datang dan mendaftar langsung hampir 60 orang. Kalau ditotal, jumlah pengunjung yang hadir hampir menyentuh 1.700 orang, hanya kurang sekitar 400 orang dari target kami,” kata Warno.
Warno mengakui efisiensi anggaran menjadi tantangan utama dalam penyelenggaraan tahun ini. Namun panitia berusaha memaksimalkan anggaran yang tersedia agar kegiatan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. “Karena terkendala efisiensi, kami tidak bisa terlalu leluasa. Anggaran dipotong sekitar 60 persen, tetapi panitia sudah memaksimalkan anggaran yang ada. Semoga kegiatan ini tetap membawa manfaat bagi masyarakat Magetan,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan panitia, minat pencari kerja cukup beragam. Sebagian peserta memilih posisi di bidang marketing atau sales karena menyukai pekerjaan yang dinamis dan memberi kesempatan bertemu banyak orang. “Ada pencari kerja yang lebih tertarik di bidang marketing atau sales karena mereka merasa pekerjaannya lebih fleksibel, banyak di lapangan, tidak monoton, dan bisa mengembangkan kemampuan diri,” ungkap Warno.
Selain itu, banyak pula peserta yang berminat bekerja di luar daerah, terutama di kawasan Soloraya, untuk mengisi posisi operator produksi di perusahaan manufaktur. “Ada juga yang memang ingin bekerja di luar daerah, khususnya perusahaan-perusahaan di Soloraya. Mayoritas mereka memilih posisi operator produksi di pabrik,” pungkasnya.