Connect with us

News

Cerita Duo Pantomim SMPN 3 Magetan Borong Prestasi FLS3 Melaju ke Tingkat Provinsi.

Published

on

Cerita Duo Pantomim SMPN 3 Magetan Borong Prestasi FLS3 Melaju ke Tingkat Provinsi.

RASI MEDIA – SMP Negeri 3 Magetan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026. Sekolah tersebut berhasil meraih sejumlah gelar juara dan mengirimkan wakil ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Kepala SMPN 3 Magetan, Hayuningsih, mengungkapkan rasa syukur atas capaian para siswanya yang berhasil bersaing di berbagai cabang lomba. “Penulis cerita itu juga juara satu. Jadi dua jenis lomba ini nanti SMPN 3 Magetan mewakili ke tingkat provinsi. Kemudian untuk solofon kami juga meraih juara harapan satu,” ujarnya disela kegiatan  prosesi wisuda 271 siswa resmi purna di Pendopo Surya Graha Magetan, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, dari tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, siswa-siswi Magetan berhasil mendominasi prestasi. “Alhamdulillah, dari tujuh cabang yang dilombakan, empat diraih SMPN 1 Magetan, dua diraih SMPN 3 Magetan, dan satu diraih SMPN 4 Magetan. Semuanya akan mewakili Magetan di tingkat provinsi,” katanya.

Hayuningsih menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras siswa, guru, dan pembina yang selama ini mendampingi proses latihan. “Ini prestasi yang luar biasa. Selain itu masih banyak prestasi lain yang diperoleh anak-anak kami. Harbis juga juara satu lomba foto jurnalistik, kemudian untuk lari dua siswa kami juga berhasil menjadi juara satu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hapus Stigma Terabaikan, Yayasan Yagama Berbuka Bersama Dengan OPD dan Masyarakat.

Selain bangga dengan prestasi akademik dan nonakademik, Hayuningsih berharap seluruh lulusan SMPN 3 Magetan tetap menjaga karakter baik yang telah ditanamkan selama belajar di sekolah. “Alhamdulillah, mudah-mudahan anak-anak kami ke depannya semuanya sukses dan mampu meraih masa depan yang cerah. Kami berharap mereka tidak melupakan almamaternya,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai karakter yang dibangun selama di sekolah harus terus dijaga meski para siswa telah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Di manapun anak-anak berada, karakter yang sudah baik dan pembiasaan yang sudah baik di sekolah ini tetap dibawa sampai kapan pun. Restu orang tua juga harus selalu menjadi pegangan,” katanya.

Duo Pantomim SMPN 3 Magetan Siap Harumkan Nama Daerah

Salah satu prestasi yang paling menyita perhatian datang dari cabang pantomim. Pasangan siswa SMPN 3 Magetan, Brilian dan Aksa, berhasil meraih juara pertama dan berhak mewakili Magetan di FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur. Brilian mengungkapkan bahwa pantomim yang mereka bawakan mengangkat tema lingkungan pesisir dan kepedulian terhadap sampah. “Ceritanya kami tinggal di tepi pantai. Suatu hari kami menemukan ikan yang ternyata terjerat sampah yang dibuang di pantai. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Brilian.

Baca Juga:  Bulog Cabang Ponorogo Telah Serap 3.500 Ton Gabah Panen Petani Dengan Harga Rp 6.500 Perkilogram, Hingga Bulan April Ada Kuota 60.000 Ton.

Keduanya ternyata telah mengenal seni pantomim sejak duduk di bangku sekolah dasar, meski berasal dari sekolah yang berbeda. “Kalau saya sudah ikut pantomim sejak kelas 4 SD. Kelas 5 ikut, kelas 7 ikut, sekarang kelas 8 juga ikut lagi,” ujar Brilian.

Aksa juga memiliki pengalaman serupa. “Saya juga sejak SD. Awalnya ikut-ikutan saja, kemudian ikut lomba dan pernah meraih juara harapan,” katanya.

Menariknya, SMPN 3 Magetan belum memiliki kegiatan ekstrakurikuler pantomim. Keduanya dipertemukan saat proses seleksi FLS3N. “Kami ketemunya waktu seleksi lomba. Sebelumnya belum saling kenal,” ujar Brilian.

Untuk menyatukan gerakan dan ekspresi di atas panggung, keduanya menjalani latihan intensif selama beberapa minggu. “Latihannya sekitar dua sampai tiga minggu untuk menyamakan gerakan dan alur cerita,” kata Aksa.

Baca Juga:  Toko Sparepart di Magetan Terbakar, Butuh 7 Jam Untuk Pemadaman.

Menurut mereka, salah satu teknik paling sulit dalam pantomim adalah gerakan patah-patah atau isolasi anggota tubuh. “Yang paling susah itu gerakan patah-patah, terutama gerakan kepala. Harus bisa kaku tapi tetap lentur,” ujar Brilian.

Kecintaan terhadap pantomim berawal dari tayangan yang mereka lihat melalui internet dan media sosial. “Saya sering melihat video pantomim di YouTube, terutama Septian Dwi Cahyo. Dari situ jadi tertarik dan ingin belajar,” kata Brilian.

Saat ini video penampilan mereka telah dikirim sebagai bagian dari penilaian FLS3N tingkat provinsi yang dilaksanakan secara daring. “Kami sudah melakukan perekaman sekitar dua minggu lalu. Videonya dikirim untuk penilaian tingkat provinsi,” ujarnya.

Meski nantinya akan lulus dari SMPN 3 Magetan, Brilian dan Aksa mengaku ingin terus mengembangkan bakat pantomim hingga jenjang SMA. “Kalau saya masih ingin melanjutkan pantomim. Ini sudah menjadi bakat yang ingin terus saya kembangkan,” kata Brilian.  “Kalau saya juga masih ingin melanjutkan. Semoga bisa terus berprestasi,” tambah Aksa.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM