RASI Fm –Jainudin warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan berupaya melakukan perbaikan kualitas durian di desanya dengan cara top working atau merubah pohon durian milik warga yang pada awalnya berbuah tidak enak menjadi pohon durian yang memiliki kualitas buah durian yang enak. Menurutnya banyak warga Desa Plangkrongan yang memiliki pohon durian berusia lebih dari 5 tahun yang memiliki kualitas buah tidak enak karena masih minimnya pemahaman terkait cara memilih bibit pohon durian yang berkualitas.
Mereka memilih mempertahankan pohon durian dengan buah yang tidak enak karena sayang untuk menebang pohon durian yang sudah lebih dari 5 tahun. Dengan kualitas buah yang kurang baik tentunya tidak laku dijual di pasaran.
“Biasanya warga sayang karena sudah menanam 5 sampai 7 tahun, biar buahnya tidak enak tetap dipelihara. Buahnya tetap laku dijual tetapi harganya pasti murah dan ini akan merusak kepercayaan penggemar durian kalau buah yang tidak enak tetap dijual,” ujarnya.
Jainudin yang memiliki pengetahuan tentang pohon durian sejak tahun 2010 tersebut kemudian memilih melakukan perbaikan kualitas pohon durian dengan cara top working atau perbaikan kualitas durian dengan cara sambung pucuk. Dengan cara tersebut dia berhasil merubah pohon durian yang tadinya berbuah tidak enak menjadi pohon durian yang berkualitas. Bahkan warga yang ingin pohon durian yang tidak enak menjadi varian pohon durian lain seperti durian montong maupun musang king bisa dilakukan selagi ada pohon indukan untuk diambil pucuk batangnya.
Saat ini Jainudin lebih memilih mengembangkan varian Durian Saman yang merupakan varian durian yang ada di desanya. Keunggulan durian saman adalah memiliki rasa yang enak, dagingnya terasa gurih dan bisa ditanam di seluruh area ketinggian.
“Tekhnik yang kita kembangkan adalah dengan sambung pucuk. Jadi pohon indukan kita potong setinggi 1 meter baru kit sambung dengan pucuk dari pohon durian yang berkualitas. Yang kita kembangkan di sini pohon Durian Saman karena ini merupakan asli dari desa sini dan rasa serta kualitas buahnya bagus, ditanam dimanapun bisa tumbuh,” imbuhnya.
Melalui kegiatan perbaikan kualitas durian di Desa Plangkrongan, Jainudin berharap kedepan desanya menjadi desa wisata durian yang layak makan. Dengan kualitas durian yang dihasilkan oleh warga di desanya dia berharap penggemar durian tidak kecewa ketika datang ke desanya untuk membeli buah durian. Dengan perbaikan kualitas diharapkan Kabupaten Magetan mempunyai buah durian yang standar untuk dikonsumsi. (DmS)