RASI MAGETAN – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dinas Kearsipan dan perpustakaan Kabupaten Magetan menggelar kegiatan bimbingan teknis kepenulisan berbasis budaya lokal Kabupaten Magetan untuk meningkatkan kompetensi penulis. Edi Wiyono Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang hadir mengatakan, kegiatan yang dilakukan di gedung literasi dengan menghadirkan narasumber penulis dan dosesn diharapkan akan mampu meningkatkan kwantitas dan kualitas tulisan budaya lokal yang ada di Kabupaten Magetan. “Ini bagian dari kegiatan yang kami danai dari DAK non fisik sebagai kolaborasi antara Perpusnas dan perpustakaan Kabupaten Magetan. Harapannya muncul penulis hebat dari Magetan. Selain penulis kontennya banyak hal dan kearifan budaya lokal Magetan. Dengan bimtek ini akan lahir yang mengangkat potensi daerah. Untuk memastikan tulisan ini berkualitas kita datangkan kurator, editor untuk memperbaiki karya mereka,” ujarnya.
Edi Wiyono menambahkan, kegiatan yang dilakukan dari penganggaran DAK Non Fisik Perpusnas tersebut dilakukan di Magetan berdasarkan penilaian Perpusnas yang melihat perkembangan penulis kreatif di Magetan yang kreatif menghasilkan ratusan judul buku. Kehadiran gedung literasi berawal dari kreatifitas penulis di Magetan yang bisa menghasilkan ratusan buku dalam satu tahun. ”Dari data yang kami temukan di Magetan ada kenaikan tingkat IPLM, dan tingkat kegemaran membacanya. Dengan adanya DAK ini membuat ekosistem literasi di Kabupaten Magetan lebih hidup lagi dengan ditunjukkan IPLM dan PKM yang mengalami kenaikan setiap tahun sebagai dampak pemanfaatan gedung literasi ini,” imbuhnya.
Terhadap keberadaan Gedung Literasi tahun 2025 Perpusnas kembali menggelontorkan anggaran senilai Rp 1,1 miliar untuk pengembangan kegiatan penguatan budaya baca literasi, pendataan perpusatakaan dan dukungan operasional. “Yang 1,1 itu ada 3 menu utama, untuk pengembangan kegiatan penguatan budaya baca literasi, pendataan perpustakaan dan dukungan operasional meski untuk operasional hanya 5 persen dari seluruh total anggaran. Kegiatan ini sebagai penguatan dari budaya baca dan literasi,” pungkasnya. (DmS)