Connect with us

News

Tak Hanya Soal Memadamkan Api, Damkar Magetan Terima Permintaan Evakuasi Katak hingga Pencarian Suami yang Hilang.

Published

on

Tak Hanya Soal Memadamkan Api, Damkar Magetan Terima Permintaan Evakuasi Katak hingga Pencarian Suami yang Hilang.

RASI MAGETAN – Ketika sirene mobil merah melintas di Magetan, banyak orang membayangkan petugas pemadam kebakaran sedang menuju kobaran api. Namun bagi Dovi Saputra, anggota senior Damkar Magetan, kenyataan di lapangan jauh lebih beragam. Ia bercerita bahwa panggilan yang mereka terima tidak selalu tentang api, tetapi bisa soal katak yang bersembunyi di kamar mandi. “Pernah warga telepon dari pagi belum mandi karena takut ada katak. Kita diminta mindahkannya,” ujar Dovi saat ditemui di Markas Damkar Magetan, Rabu sore (26/11/2025). Meski begitu, ia menilai permintaan seperti itu sebagai bentuk kepercayaan warga terhadap Damkar.
Kepercayaan itu membuat Damkar Magetan harus siap menangani segala jenis situasi, mulai dari darurat hingga yang menggelikan. Dovi menyebut timnya kini lebih sering melakukan misi penyelamatan seperti evakuasi ular, sarang tawon, kucing yang naik genteng, hingga cincin yang tersangkut di jari. Permintaan mengevakuasi kucing bahkan mendominasi laporan bulanan. Ada pula bantuan pengalaman tak terduga, seperti siswa yang meminta mengambil rapor di sekolah hingga warga yang meminta petugas yang mengerjakan PR akuntansi. “Masa Damkar ngerjain PR semuanya?” seloroh Dovi.
Di sisi lain, Damkar juga sering diminta membantu persoalan rumah tangga, mulai dari mengangkat mesin cuci ke lantai dua hingga permintaan tidak masuk akal seperti mencari suami yang kabur dari rumah. Dovi mengaku tetap membantu semampunya dengan memberi edukasi dan mengarahkan warga pada prosedur yang benar. Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang tugas utama Damkar agar mereka dapat membedakan mana persoalan yang bisa diselesaikan sendiri dan mana yang membutuhkan bantuan profesional. “ Dia melapor suaminya sudah beberapa hari tidak pulang tanpa ada kejelasan dan minta kita mencari. Akhirnay kita beri pemahaman ada institusi l;ain untuk melakukan pelaporan,” Imbuhnya.
Di tengah tingginya kepercayaan warga, beban tugas Damkar justru semakin berat karena minimnya personel. Hingga pertengahan November 2025, Damkar Magetan mencatat lebih dari 335 misi penyelamatan, sementara jumlah petugas aktif kini hanya 16 orang dari sebelumnya 40. “Satu mobil Damkar idealnya iktu ada tujuh personel untuk pengoperasiannya, sekarang kadang hanya dua,” ujar Dovi.
Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam meminta bantuan agar petugas dapat fokus pada situasi yang benar-benar darurat. Meski begitu, Dovi tetap bangga menjalankan tugasnya. “Kita ini penyelamat. Kalau bisa bantu, ya bantu. Tapi masyarakat juga harus tahu prioritasnya,” tutupnya.

Baca Juga:  Magetan Akan Genjot Nilai Investasi yang Capai 1 Miliar Tahun Lalu.

 801 total views,  3 views today