News
PMI Asal Ponorogo Dina Martiana Menjadi Korban Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court Hongkong.
Published
5 bulan agoon
By
rasinews
RASI MAGETAN – Dina Martiana, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dipastikan menjadi korban meninggal dunia dalam kejadian kebakaran di kompleks apartemen Wang Fuk Court, distrik Tai Po, wilayah utara Hong Kong. Perangkat Desa Tajug, Tohirin mengatakan, pemerintah desa menerima informasi resmi bahwa salah satu korban dalam tragedi tersebut adalah warga Desa Tajug pada Sabtu malam (29/11). “ Kemarin sudah ada kejelasan bahwa Dina Martiana menjadi korban meninggal dunia karena kebakaran di Hong Kong. Dina Martiana, putra Pak Samut, menjadi salah satu korban tragedi di Hong Kong ,” ujarnya ditemui dirumah duka Minggu (30/11/2025).
Tohirin menambahkan, keluarga korban sepakat untuk memulangkan jenazah Dina Martiana ke Indonesia. Rencananya korbanakan dimakamkan di pemakaman desa setempat. “ Dimakamkan di Desa Tajug, Makam Dukuh Sukun, Bendungan Barat. Pemulangan tidak ada kendala, kemungkinan Rabu sudah sampai Indonesia ,” imbuhnya.
Di rumah Dina Martiana di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo terlihat para pelayat terus berdatangan menyampaikan duka cita. Dina Martiana yang di beberapa unggahan media sosial ditulis sebagai Mardiana, dilaporkan hilang kontak sejak kebakaran menghanguskan dua blok perumahan bertingkat di kompleks delapan menara Wang Fuk Court.
Dua PMI Asal Ponorogo Belum Bisa Dihubungi
Selain kabar duka atas meninggalnya Dina Martiana, dua PMI asal Ponorogo lain dikabarkan belum bisa dihubungi pasca-kebakaran tersebut. Informasi itu tersebar melalui akun Instagram @ponorogoofficial.id yang mengutip laporan dari grup PMI Hong Kong. “ Sampai saat ini belum bisa dihubungi pasca kebakaran di Tai Po. Semoga segera bisa dihubungi dan dalam keadaan sehat, Aamiin, ” tulis admin akun tersebut.
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, mengatakan, dua nama yang disebut Mardiana dan Yasmiati sudah dilaporkan, namun ia menegaskan kedua nama itu tidak muncul dalam sistem Siapkerja.“ Di sistem kami tidak terdata. Aplikasi Siapkerja mulai digunakan tahun 2019, jadi bisa saja keduanya berangkat sebelum 2019 sehingga tidak ada datanya, ” katanya.
Muhrodhi menambahkan, dari catatan Disnaker Ponorogo tercatat PMI yang bekerja di Hongkong, berdasarkan data CPMI (Calon PMI) yang mendaftar melalui dinas tahun 2024 sebanyak 1.767 CPMI ke tercatat bekerja di Hong Kong dari seluruh total pekerja migran dari Ponorogo sebanyak 4.147 PMI. “ Untuk 2025 sampai 31 Oktober, ada 1.391 ke Hong Kong dari total 3.409 yang daftar lewat Disnaker, ” katanya.
Muhrodhi mengaku Disnaker Ponorogo sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong. “ KJRI belum mengeluarkan data resmi korban, kami hanya menerima pernyataan duka cita dari KJRI, ” pungkasnya.
685 total views, 3 views today
You may like


Jelang Libur Nataru, Dishub dan Satlantas Polres Magetan Uji Kelaikan Jeep Wisata Sarangan

Pemkab Magetan Matangkan Persiapan Nataru, Fokus Keamanan, Kelancaran Lalu Lintas, dan Kenyamanan Wisata

Tampilkan Drama Musikal Roro Jongrang di HDI 2025, Ruang Pembukitain Berkarya Siswa SLB PGRI Kawedanan.

Paramitra Berhasil Berikan Edukasi Pentingnya Kesehatan Mata Kepada 3.000 Kader Terlatih dan 460 Guru.

Harga Cabai dan Bawang Merah di Pasar Sayur Magetan Melonjak, Pedagang: “Cuaca Ekstrem dan Jelang Tahun Baru”.


