RASI MEDIA – Selama hampir 50 tahun menekuni pekerjaan sebagai peternak sapi, Parmin (57), warga Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tak pernah membayangkan akan menyaksikan kelahiran seekor pedet dengan kondisi yang sangat langka. Dari kandang sederhana di samping rumahnya, lahir seekor pedet limosin yang memiliki tiga mata, dua mulut, dua hidung, dua lidah, dan empat lubang hidung.
Parmin mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum induk sapi miliknya melahirkan pada Senin (6/7/2026) pagi. Indukan sapi hasil inseminasi buatan itu bahkan sudah dua kali melahirkan dengan kondisi normal. “Ini sapi limosin hasil kawin suntik. Sudah dua kali beranak dan semuanya normal. Saya juga tidak punya firasat apa-apa sebelumnya,” kata Parmin.
Meski demikian, ia mengingat dua hari sebelum kelahiran seekor biawak berukuran besar sempat masuk ke kandang sapinya. “Hari Sabtu ada biawak besar masuk kandang. Saya bunuh di situ. Selain itu tidak ada tanda-tanda apa pun,” ujarnya.
Saat proses persalinan berlangsung, Parmin memilih membantu induk sapi seorang diri tanpa memanggil dokter hewan. Ia sempat kesulitan menarik pedet karena posisi kepala berada di depan. Namun sesaat setelah kepala pedet keluar, ia langsung dibuat terdiam. “Begitu kepalanya keluar saya kaget. Saya bengong melihat bentuknya seperti itu. Selama hampir 50 tahun memelihara sapi, baru pertama kali saya mendapatkan pedet seperti ini,” ungkapnya.
Meski memiliki kelainan fisik, Parmin mengatakan sebagian besar organ tubuh pedet tersebut masih berfungsi. “Pedet ini punya tiga mata, dua mulut, dua hidung dengan empat lubang hidung, dan dua lidah. Yang berfungsi semua. Mata yang di tengah juga sempat berkedip,” tuturnya.
Alih-alih menjualnya jika kelak ada yang menawar dengan harga tinggi, Parmin memilih merawat pedet unik itu di kandangnya. Bagi peternak sederhana yang puluhan tahun menggantungkan hidup dari beternak sapi tersebut, kelahiran pedet langka itu bukan sekadar peristiwa yang menghebohkan warga, tetapi juga menjadi anugerah yang disyukurinya. “Saya akan pelihara sendiri karena ini unik. Semoga saja kelahiran pedet ini membawa berkah bagi keluarga kami,” kata Parmin.