Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Ribut Ribut Pengembalian Uang 37 Juta Dianggap Selesai, Kasun Selawe Desa Taji Masih Harus Membiayai Proyek Jalan Desa Senilai 139 Juta Rupiah Dari Anggaran Pribadi.

Published

on

Kasun di Desa Taji Bangun Makam Punden Dari Sisa Uang Membangun Jalan Sawah

Rasi Fm – Inspektorat Kabupaten Magetan menganggap selesai kasus ribut ribut pengembalian uang sisa pembangunan jalan tembus sawah di Desa Taji senilai 37 juta rupiah, sebelumnya Kasun Selawe telah mengembalikan sisa uang proyek jalan tembus sawah senilai 35 juta rupiah, dimana anggaran tersebut telah digunakan untuk membangun punden desa. Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Magetan Imam Fauzi mengatakan, dari hasil pemeriksaan ada tambahan kekurangan pekerjaan senilai 2 juta rupiah yang harus di kembalikan oleh Terito Tandra. Uang pengembalian yang saat ini berada di rekening kepala desa dan bendahara nantinya akan di pindahkan ke rekening desa.
“Kan masuk di APD Desa tadi, masuk di pendapatan desa kan, bukan PAD. Kalau tidak salah masuk pendapatan lain lain desa yang sah. Nanti setelah dana sudah masuk ke desa bisa untuk kegiatan baru, tapi biasanya bersumber kita lihat dulu sumbernya dulu mana ADD peruntukannya untuk ini nanti kurang lebih untuk DD saja kalau ADD nanti ya dikembalikan ke ADD,” ujarnya.

Baca Juga:  Inspektorat Telah Periksa 9 Perangkat Desa Taji, Terkait Pengembalian Uang Sisa Pembangunan Jalan Tembus Sawah Sebesar Rp 35 Juta.

Sementara terkait permintaan sejumlah proyek pengadaan jalan dan pengadaan penerangan oleh warga Desa Taji yang mencapai 139 juta kepada Kasun Selawe karena dinilai atitut tidak baik, menurut Imam Fauzi tidak termasuk obyek pemeriksaan. Saat ini selain mengembalikan uang sisa pembangunan jalan tembus desa sebesar 35 juta rupiah, Kasun Selawe juga harus membayar proyek usulan warga melalui desa sebesar 139 juta rupiah dimana hingga saat ini Kepala Desa Taji telah menurunkan bego dalam pengerjaan proyek yang telah menelan anggaran sebesar 40 juta rupiah dan Kasuan Selawe telah mencicil pembayaran tersebut sebesar 20 juta rupiah.
“(Sebenarnya kalau sudah dikembalikan yang 35 dan 2 juta sudah selesai?) Selesai, selesai. (kalau untuk tambahan ? Kemarin kan bego sudah jalan suruh membayari 40 juta?) Itu di APBDes tidak ada. (Artinya tidak wajib untuk membayar?) Ya monggo, yang mengatakan wajib dan tidak wajib bukan saya. Yang jelas kami mengaudit yang ada di APB Desa,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kunjungi DPC PDIP Magetan, Ini Yang Disampaikan Johan Budi.

Sebelumnya Terito Tandra berhasil membangun jalan tebus sawah dengan anggaran 25 juta rupiah dari pagu anggaran sebesar Rp 60 Juta pada tahun 2019. Sisa anggaran sebesar Rp 35 juta oleh Terito Tandra digunakan untuk membangun punden desa atas kesepakatan warga. Pembangunan jalan tembus sawah juga telah diserah terimakan dan disetujui oleh pihak desa pada tahun 2019.
Kepala Desa Taji yang menjabat di akhir tahun 2019 kemudian mempermasalahkan penggunaan sisa anggaran sebesar Rp 35 juta yang digunakan membangun punden untuk dikembalikan. Selain mengembalikan sisa anggaran, Terito juga diminta keliling kampong sambil membawa oleh oleh untuk meminta maaf kepada warga tanpa alasan yang jelas untuk apa meminta maaf. Terito juga diminta turun dari jabatan Kasun serta membiayai proyek jalan dan pengadaan lampu jalan senilai 139 juta rupiah. (DmS)

Baca Juga:  Dinas Pemberdayaan Masyarakat: Ribut Ribut Permintaan Pengembalian Uang Proyek Jalan Desa Taji Telah Selesai, Tapi Masih Ada Ekornya

 270 total views,  3 views today