Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Magetan Pertanyakan permintaan Desa Taji Terkait Pembiayaan Jalan Sebesar 139 Juta


Published

on

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Magetan Pertanyakan permintaan Desa Taji Terkait Pembiayaan Jalan Sebesar 139 Juta

Rasi Fm – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan mempertanyakan sanksi yang harus ditanggung oleh Kasun Selawe terito Tandra yang harus membiayai proyek pembangunan jalan desa senilai 139 juta rupiah terkait ribut ribut pengembalian sisa uang pembangunan jalan tembus sawah oleh kasun Selawe Terito Tandra. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto mengatakan, kesepakatan yang dilakukan Kepala Desa dengan meminta pembiayaan pembangunan jalan dan pengadaan lampu kepada kepala Dusun Selawe Terito Tandra menyalahi aturan. Dia mengatakan penjatuhan sanksi kepada kasun Selawe seharusnya melalui pemeriksaan khusus bukan atas desakan kepala desa yang mengatas namakan masyarakat dengan tuntutan kasun Selawe harus mundur dan menanggung pembiayaan pembangunan jalan yang mencapai 139 juta rupiah.
“Yang penjatuhan sanksi itu yang saya pertanyakan kan kemarin kan itu. Bahkan dari awalpun ketika dia (Kasun Terito Tandra) didenda itu 100 (juta) sekian itu saya sudah sampaikan mestinya tidak bisa. Penjatuhan sanksi itu harus lewat riksus,” ujarnya.
Eko menambahkan, ketika perangkat desa melakukan indisipliner kepala desa tidak boleh mengambil tindakan yang berada diluar aturan yang telah ditetapkan. Kewenangan kepala desa menurut Eko hanya memberi peringatan kepada perangkat desa yang indisipliner dan melaporkan kepada Bupati.
“Kan disitu ada aturan mainnya, ketika perangkat indisipliner dan melakukan tindakan kewenangan lurah itu teguran satu dua lisan, ketiga teguran tertulis dan yang ketiga lurah itu hanya melaporkan kepada Bupati. Setelah muncul LHP laporan hasil pemeriksaan maka kepala desa wajib menidak lanjuti LHPnya , tidak boleh diluar itu,” imbuhnya.
Menurut Eko Kasun Terito Tandra berhak meminta kembali uang pembayaran pembiayaan pembanguan jalan desa yang telah dibayarkan sebesar 45 juta rupiah karena hasil dari pemeriksaan khusus yang dilakukan oleh Inspektorat dengan hasil Terito harus mengembalikan sisa pembiayaan pembangunan jalan tembus ke sawah sejumlah 37 juta rupiah. Saat ini pengembalian uang Rp 35 juta telah dilakukan oleh kasun Selawe.
Sebelumnya Kasun Selawe Terto Tandra dengan Kepala Desa Taji Sigid Supriyadi menandatangani kesepakatan pembiayaan pembangunan jalan dan pengadaan lampu jalan berjumlah 139 juta dengan alasan atas permintaan msayarakat karena atitud Kasun Selawe dianggap tidak baik karena adanya dugaan penyelewengan anggaran pembangunan jalan desa dimana pembangunan jalan yang dilakukan oleh kasun Selawe dari pagu anggaran 60 juta rupiah hanya menghabiskan Rp 25 juta. Sisa anggaran pembangunan jalan tembus sawah sebesar 35 juta akhirnya digunakan Kasun untuk membangun punden desa dengan kesepakatan warga.
Proyek yang diselesaikan pada akhir tahun 2019 lalu juga telah diserahterimakan kepada desa. Namun di tahun 2020 Kepala Desa Sigit Supriyadi meminta Terito mengembalikan sisa anggaran pembangunan jalan sebesar Rp 35 juta rupiah dan atas usulan masyarakat Terito dituntut mundur dari jabatan, meminta maaf dengan cara keliling kampung dengan membawa oleh oleh dan membiayai sejumlah proyek jalan yang menghabiskan anggaran Rp 139 juta.
Dari kesepakatan awal sebesar Rp 139 juta saat ini Kepala Dusun Selawe telah membayar biaya proyek jalan usulan warga sesuai kesepakatan baru sebesar Rp 45 juta rupiah. Dengan kesepakatan tersebut permasalahan ribut ribut pengembalian sisa uang pembanguann jalan tembus sawah di Desa Taji diseakati telah selesai. (DmS)

Baca Juga:  Dinas Pemberdayaan Masyarakat: Ribut Ribut Permintaan Pengembalian Uang Proyek Jalan Desa Taji Telah Selesai, Tapi Masih Ada Ekornya

 298 total views,  6 views today