Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Dinas Pemberdayaan Masyarakat: Ribut Ribut Permintaan Pengembalian Uang Proyek Jalan Desa Taji Telah Selesai, Tapi Masih Ada Ekornya

Published

on

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Magetan Pertanyakan permintaan Desa Taji Terkait Pembiayaan Jalan Sebesar 139 Juta

Rasi Fm – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan menilai masih ada buntut dari ribut ribut permintaan pengembalian uang sisa pengerjaan jalan tembus sawah di Desa Taji. Dari pemeriksaa tim Riksus Inspektorat telah mengeluarkan rekomendasi dengan perintah kepada kasun Selawe untk mengembalian sisa uang pengerjaan proyek jalan tembus sawah di desa Taji sebesar Rp 37 juta, dimana uang Rp 35 juta rupiah merupakan pengembalian uang yang disetorkan ke Kades dan Bendahara dan disimpan di rekening keduanya sementara tambahan 2 juta rupiah merupakan kelebihan penghitungan volume pengerjaan proyek yang dilakukan oleh Inspektorat. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan Eko Muryanto , rekomendasi dari Indpektorat terkait pengembalian sisa anggaran pengerjaan jalan tembus sawah telah dilaksanakan dan kasus tersebut juga telah selesai.
“Kalau LHP itu begini, dari Inspektorat ke Bupati berupa rekomendasi. Rekomendasi itu turun ke camat, pak camat sudah melaporkan ke kami sudah melakukan tindak lanjut ini, sudah dibayar. Jadi kalau menurut saya untuk kasusnya Teri sudah selesai, tetapi ini masih ada ekornya. Ekornya bagaimana? Ya tunggu inspektorat,” ujarnya.
Eko menambahkan, untuk memenuhi rasa keadilan terkait tindak lanjut dari pemeriksaan pengerjaan proyek di Desa Taji yang dikerjakan oleh Kasun Selawe, maka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan meminta kepada Inspektorat melalui Bupati Magetan untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengerjaan proyek pada tahun 2019 lalu. Langkah pemeriksaan kepada seluruh pengerjaan proyek di Desa Taji untuk mencegah adanya upaya penyalahgunaan kewenangan mengingat dari awal pelaksana pekerjaan memecah pekerjaan proyek dengan memberian pekerjaan kepada kasun dan perangkat desa lainnya. Padahal didalam aturan pekerjaan seharusnya dilaksanakan oleh PK bukan diberikan kepada orang lain seperti perangkat desa.
“Yang dilaporkan kan 4 itu. Empat itu diperiksa, kemarin saya sampaikan ke Inspektorat untuk azas keadilan seyogyanya Taji itu diperiksa seluruhnya. Apakah yang lain bener mulus, terus kenapa kalau yang lain bermasalah kok yang dibedol cuma satu. Ini sebagai pembelajaran jadi kepala desa tidak boleh sewenang wenang. Di kewenangan dia dibatasi oleh aturan. Langkah pertama saya adalah menjalankan hasil temuan inspektorat. Yang kedua kita harus memberikan input, inputnya apa ya periksa semua itu. Nanti pemeriksannya ada di Inspektorat supaya tidak terjadi lagi seperti ini,” katanya.

Baca Juga:  Beternak Kelinci Ternyata Menguntungkan Dimasa Pandemi Covid 19.

Sebelumnya terkait ribut ribut kasus permintaan pengembalian sisa anggara pengerjaan jalan di Desa Taji telah berakhir dengan keluarnya rekomendasi dari Inspektorat Magetan dengan pengembalian sisa anggaran sebesar Rp 37 juta rupiah. Namun terkait adanya kesepakatan pembiayaan pembanguan jalan dan pengadaan lampu jalan sebesar 139 juta rupiah yang diajukan oleh Kepala Desa dengan alasan permintaan dari warga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Magetan akan mengusulkan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan.
Dari kesepakatan awal antara Kepala Desa Taji dengan Kasun, Terito Tandra harus menanggung pembiayaan pembangunan jalan dan pengadaan lampu jalan sebesar 139 Juta rupiah, namun kesepakatan terakhir Terito akhirnya harus membayar biaya pengerjaan jalan dan pengadaan listrik sebesar Rp 45 juta dengan kesepakatan permasalahan permintaan warga terhadap Terito untuk mundur dari jabatan telah selesai.
Sebelumnya Kepala Desa Taji meminta kasun Selawe mengembalikan sisa uang pengerjaan pembanguan jalan tembus sawah sebesar Rp 35 juta rupiah dan mengharuskan Kasun Selawe meminta maaf kepada seluruh warga dengan mendatangi mereka sambil membawa oleh oleh. Terito juga diwajibkan membiayai pembangunan jalan dan pengadaan lampu jalan sebesar 139 Juta rupiah. (DmS)

Baca Juga:  Warganya Yang Miskin Tak Dapat Bantuan Dimasa Pandemi, Kades Gebyog Emosi Karena Yang Mampu Malah Dapat

 81 total views,  3 views today