Connect with us

Budaya & Pariwisata

Napak Tilas 7 Sumber, Upaya Kecamatan Panekan Mengajak Masyarakat Mengenal Pentingnya Menjaga Keberlangsungan Sumber Air.

Published

on

Napak Tilas 7 Sumber, Upaya Kecamatan Panekan Mengajak Masyarakat Mengenal Pentingnya Menjaga Keberlangsungan Sumber Air.

Rasi Fm – Sekitar 7.000 warga di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, semangat menempuh 7 kilo meter jalur kirab menyusuri 7 sumber air yang ada di kaki Gunung Lawu. Camat Panekan Dicong Maleleh mengatakan, kegiatan kirab 7 sumber air yang ada di 5 desa tersebut untuk mengajak warga lebih mengenal sumber air yang selama ini mencukupi kebutuhan air baik untuk minum maupun untuk pengairan sawah.

Dicong Maleleh menambahkan, di Kecamatan Panekan sendiri sebenarnya terdapat 48 sumber mata air yang selama ini mendukung kebutuhan air warga. Kegiatan kirab 7 sumber mata air dengan menyediakan 777 hadiah, hanyalah sebagai simbol dari angka 7 yang dalam mitologi masyarakat setempat angka 7 atau dalam bahasa jawa pitu merupakan sinonim dari kata pitulungan.

Baca Juga:  Pindah Kantor Secara Budaya, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Akan Punya Fasilitas Pengembangan Seni Budaya.

“Dalam bahasa jawa angka 7 maknanya pertolongan, marikita jaga sumber mata air yang menjadi penolong kita,” imbuhnya.

Selain menggelar napak tilas 7 mata air, pemerintah Kecamatan Panekan sebelumnya juga melakukan penghijauan di sejumlah sumber air serta kawasan yang berada di kaki gunung lawu dengan sejumlah tanaman produktif seperti tanaman kopi di Ngiliran sebanyak 180.000 batang pohon kopi.

Baca Juga:  Warga Ponorogo Terapkan Sanksi Kurangi Muatan, Perbaiki Jalan Hingga Denda 2 Juta Bagi Truk Odol yang Melintas Langgar Ketentuan.

“Bulan Desember kita sudah lakukan penghijauan, kemudian bulan Maret lalu. Memang ada yang mati dan kita sulami, Alhamdulillah semua hidup,” imbuhnya.

Bupati Magetan Suprawoto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan untuk melestarikan keberadaan sumber air selain melalui penanaman pohon juga harus didukung dengan kepedulian masyarakat. Menjadikan sumber mata air sebagai destinasi wisata yang lestari menurutnya langkah bijak agar masyarakat teredukasi akan pentingnya menjaga keberlangsungan sumber air.

Baca Juga:  Tepo Tahu Legendaris Mbak Yusli, Warisan Rasa Tiga Generasi

Kepala Desa Jabung Wito mengatakan di desanya ada 3 sumber air besar yang saat ini juga dimanfaatkan untuk wisata air baik kolam pemancingan dan kolam renang. Dari 3 Mata air didesanya selain dimanfaatkan untuk kebutuhan air warga juga mengairi sejumlah desa termasuk desa yang berada di Kabupaten Ngawi. Tradisi sedekah bumi dengan menggelar selamatan dan kerja bakti di lokasi sumber air merupakan upaya mengajak masyarakat turut serta menjaga kelestarian sumber mata air. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM