RASI MAGETAN – Video seorang nenek asal Ponorogo yang menangis pilu karena kehilangan perhiasan viral di media sosial. Dalam video berdurasi 48 detik tersebut, Mbah Sarinem (73), warga Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengaku kehilangan emas sebanyak 40 gram yang diduga dicuri oleh dua orang pria yang menyamar sebagai petugas bantuan sosial.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (31/7). Dalam video tersebut, Mbah Sarinem menceritakan bahwa pelaku meminta dirinya menunjukkan perhiasan emas yang dimilikinya sebagai bagian dari proses survei penerima bantuan. “Kalung loro sing sitok 7 sing sitok 5. Gelange sitok 6 seng sitok 5. Gek ali aline ne cacah e 7 lo pak Nen. Ali aline we 3 gram karo ceplike barang,” ujarnya sambil menangis.
Jika diartikan, Mbah Sarinem menyebutkan bahwa ia memiliki dua kalung emas masing-masing seberat 7 dan 5 gram, dua gelang seberat 6 dan 5 gram, serta tujuh cincin emas dan sepasang anting, dengan total berat sekitar 40 gram.
Kapolsek Bungkal, AKP Muhammad Anwar Fatoni, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah korban. “Modusnya, pelaku menyamar menjadi petugas survei bantuan sosial,” kata Fatoni saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025).
Menurutnya, korban didatangi oleh dua pria tak dikenal yang datang dengan mobil berwarna silver. Jenis dan nomor polisi kendaraan tersebut belum diketahui. Keduanya berpura-pura menjadi petugas dari program bantuan pemerintah yang sedang melakukan pendataan ulang.
“Korban diminta menunjukkan KTP dan emas yang dimilikinya, dengan alasan akan menerima bantuan sosial. Setelah korban menyimpan kembali perhiasannya dan pergi ke dapur, kedua pelaku langsung kabur membawa seluruh emas yang sebelumnya telah diketahui tempat penyimpanannya,” jelasnya.
Warga sekitar sempat melihat mobil silver terparkir di depan rumah Mbah Sarinem, namun tidak curiga. Baru setelah korban berteriak, warga menyadari bahwa telah terjadi pencurian.
Akibat kejadian ini, Mbah Sarinem mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp32 juta. Selain emas, para pelaku juga membawa kabur KTP serta dokumen perhiasan milik korban. Polisi saat ini masih memburu pelaku dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar jalur keluar dari desa.
“Kami sudah memeriksa saksi dan melakukan pengecekan CCTV untuk mengidentifikasi pelaku. Mohon masyarakat tetap waspada dan tidak mudah percaya pada orang asing yang mengaku petugas,” pungkas AKP Muhammad Anwar Fatoni. (DmS)