Connect with us

Magetan's

Kuliner-Kuliner Ekstrem di Gunung Kidul

Published

on

Rara
Rara

Photos : Pesona Travel

Banyak orang suka mencicipi aneka makanan khas saat liburan ke suatu daerah.

Tapi bagaimana bila kuliner khas-nya tergolong ekstrem. Seperti ulat, laron, dan belalang. Nah, bila kalian punya nyali mencicipi kuliner ekstrem, Gunung Kidul adalah tujuan yang tepat.

Berikut ini kuliner-kuliner ekstrem di Gunung Kidul yang cukup terkenal.

1. Belalang goreng Belalang goreng salah satu kuliner ekstrem terkenal di Gunung Kidul. Rasanya gurih dan enak, mirip seperti udang. Meski esktrem, belalang goreng pun kaya protein yang baik untuk tubuh pengonsumsinya. Belalang goreng tak sukar ditemukan di Gunung Kidul. Di pinggir-pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Yogyakarta dan Gunung Kidul, banyak penjaja belakang goreng. Harga 10 tusuk belalang biasanya dibenderol Rp 15.000 hingga Rp 35.000. Namun saat belalang sulit ditemukan, harga 10 tusuk naik mencapai Rp50.000.

2. Ungkrung Trembesi Ungkrung atau ulat pohon trembesi, termasuk kuliner ekstrem Gunung Kidul. Masyarakat di Gunung Kidul mengolah ungkrung trembesi menjadi makanan, dengan dioreng, dibacem, dan ditumis. Ada juga yang menjadikannya serundeng dicampir dengan parutan kelapa. Ungkrung rasanya kenyal dan gurih tapi bila sudah jadi kepompong, teksturnya berubah menjadi lembek. Seperti belalang, ungkrung trembesi kaya protein. Ungkrung ditemukan musiman, biasanya beberapa waktu setelah musim penghujan.

3. Kepompong daun jati Kuliner ekstrem lainnya di Gunung Kidul adalah kepompong daun jati. Masyarakat setempat mengolah kepompong daun jati menjadi beragam makanan. Ada kepompong daun jati goreng, ada kepompong daun jati pepes, dan ada kepompong daun jati tumis. Kalian tinggal pilih tergantung selera. Harga jual kepompong daun jati per kilogramnya mulai dari Rp35.000 hingga Rp100.000. Harganya tergolong mahal, karena kepompong daun jati termasuk hewan musiman. Kepompong daun jati ini kaya protein, mineral, vitamin, lemak, dan karbohidrat.

4. Puthul goreng Puthul merupakan kumbang yang menyerang tumbuhan di musim semi atau musim penghujan. Masyarakat Gunung Kidul mengolahnya menjadi panganan dengan cara digoreng hingga kering. Teksturnya keras tapi rasanya gurih dan kaya protein. Masyarakat di Gunung Kidul biasanya menjadikan puthul gorengan cemilan saat ngopi.

Sumber : Pesona Travel

 40 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *