Rasi Fm – Untuk mendekatkan keberadaan perpustakaan kepada masyarakat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Magetan membuka program konseling anti ambyar bagi remaja dimana program tersebut merupakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi nasional dimana perpustakaan tidak hanya tempat membaca dan pinjam buku tetapi memfasilitasi kebutuhan masyarakat.
Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan Cristiani Dyah Andriati mengatakan, kegiatan konseling anti ambyar berawal dari kegiatan praktek industri oleh sejumlah SMK di Magetan di Perpustakaan dimana sejumlah remaja tidak bisa mengutarakan permasalahan mereka ke orang tua. Program konseling anti ambyar merupakan bentuk pelayanan untuk mendekatkan remaja kepada pelayanan di perpustakaan sehingga di tengah lingkungan perpustakaan remaja akan lebih memiliki waktu membaca.
”Dari kegiatan prakerin kemarin mereka ini mengeluhkan sejumlah permasalahan yang tidak bisa dibicarakan dengan orang tua mereka karena malu dan lain sebagainya, untuk menjembatani kondisi tersebut kita membuat program tersebut,”Ujarnya.
Cristiani menambahkan, melalui kegiatan konseling anti ambyar maka ada jembatan komunikasi antara remaja dengan orang tua mengingat banyak para remaja yang tidak tahu harus kemana untuk mengutarakan permasalahan yang mereka hadapi. Sejumlah remaja saat ini telah memanfaatkan konseling anti ambyar melalui media sosial. Komunikasi melalui media sosial merupakan salah satu layanan konseling yang paling mudah diakses oleh remaja.
“Kita mencoba membuka diri sebagai kawan untuk mendengar keluh kesah mereka. Dari permasalahan yang ada biasanya kami akan melakukan komunikasi dengan orang tua siswa. Orang tua merupakan sosok yang penting untuk mengetahui permasalahan putra putri mereka, tetapi sejumlah permasalahan ini yang kadang membutuhkan orang lain.”
Bekerjasama dengan sejumlah Dinas seperti Dinas KB Kabupaten Magetan, Dinas Perpustakaan juga menggelar kegiatan sosialisasi pergaulan sehat untuk memberikan wawasan bahayanya pergaulan bebas sehingga remaja mengetahui hal tersebut. Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi nasional juga diwujudkan pada kegiatan les gratis computer, menari, bahasa inggris serta menggambar yang dilaksanakaan di Perpustakaan. (DmS)