Connect with us

News

Dukung Ketahanan Pangan Jagung, Bulog Ponorogo Siap Tampung Jagung Hasil Tanam Pemkab dan Polisi

Published

on

Dukung Ketahanan Pangan Jagung, Bulog Ponorogo Siap Tampung Jagung Hasil Tanam Pemkab dan Polisi

RASI MAGETAN– Bulog Ponorogo, Jawa Timur memastikan siap menyerap seluruh panen jagung hasil tanam Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Polres Ponorogo. Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo, Budiwan Susanto mengatakan, pihaknya mendukung program dua hektar per desa lahan ditanami jagung yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu, sekaligus selaras dengan program nasional swasembada pangan. “Kami siap serap seluruhnya hasil panen jagung. Mendukung swasembada pangan,” ujarnya melalui pesan singkat Sabtu (4/10/2025).

Baca Juga:  Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Magetan yang Meninggal Di Arab Saudi Capai Lima Orang, pemerintah akan kembalikan Biaya Haji Mereka.

Budiwan menjelaskan kebijakan serap jagung ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden No. 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP). Harga jagung ditetapkan sesuai Keputusan Kepala Bapanas No. 216 Tahun 2025, yakni Rp6.400/kg untuk kadar air 14% dan Rp5.500/kg untuk kadar air 18–20%, dengan syarat aflatoksin maksimal 50 ppb. “Ketentuan kadar air14 persen, lalu jamur aflatoksin maksimal 50 ppb,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinsos Magetan Buka Pendaftaran Pelatihan Ketrampilan Gratis.

Menurut Budiwan, Bulog Ponorogo sudah menyerap 135 ton jagung dari Januari hingga September 2025. Petani dapat mengirim langsung jagung ke gudang Bulog dengan harga Rp6.400/kg, atau meminta Bulog mengambil ke lokasi dengan harga Rp5.500/kg sesuai kadar air. “Kami bekerja sama dengan Polres dan Pemkab, dan alhamdulillah petani dari tiga kabupaten di bawah wilayah kami sudah aktif mengirim,” ucapnya.

Hingga 26 September 2025, Bulog secara nasional telah menyerap 76,9 ribu ton jagung produksi dalam negeri, dengan stok mencapai 72 ribu ton. Selain itu, Bulog ditugaskan menyalurkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung sebesar 52,4 ribu ton kepada 2.019 peternak dengan harga Rp5.500/kg. “Kalau gudang penuh, kami akan sewa di luar. Prinsipnya kami tetap sanggup menyerap jagung petani,” pungkas Budiwan. (DmS)

Baca Juga:  Dinas Peternakan dan Perikanan Magetan Periksa Antem Mortem dan Postmortem Sapi Kurban.

 444 total views,  3 views today