RASI MAGETAN – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Magetan menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai ruang dialog antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan pendidikan. Acara yang dilaksanakan secara rutin tiap tahun ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, organisasi perangkat daerah (OPD), ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Lembaga Swadaya Masyarakat, Koordinator Pengawas, hingga Dewan Pendidikan Kabupaten Magetan.
Sekretaris Dikpora Magetan, Dian Astuti, mengatakan forum yang digelar merupakan wadah penting bagi dinas untuk menerima masukan, kritik, dan saran dari berbagai elemen masyarakat.
“Forum Konsultasi Publik ini adalah bagian dari upaya kami memperbaiki pelayanan. Kami ingin tahu apa yang sudah kami laksanakan selama ini, baik kekuatan maupun kelemahannya, dari kacamata para mitra, akademisi, hingga praktisi pendidikan di lapangan,” ujar Dian.
Menurut Dian, berbagai persoalan mencuat dalam forum, mulai dari keluhan guru terkait pelayanan pendidikan, kendala pembinaan tenaga kependidikan, hingga persoalan masyarakat yang belum tertampung dalam program pendidikan. Masukan dari OPD terkait juga menyoroti pentingnya peningkatan koordinasi dan sinergi antar instansi, misalnya kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk penanganan kesehatan dan kerjasama denagn Dinas KB untuk penanganan kasus kekerasan anak di sekolah.
“Kami sadar, di lapangan sering ada kendala yang tidak bisa langsung kami jawab. Karena itu, forum ini sangat bermanfaat. Semua kritik dan saran akan kami tindak lanjuti, agar pelayanan pendidikan di Magetan bisa semakin baik,” tambahnya.
Sementara Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Magetan, Muries Subiyantoro, mengapresiasi langkah Dikpora Magetan menggelar forum tersebut. Menurutnya dengan adanya diskusi terbuka akan membuka kesempatan peran lembaga lain maupun masyarakat untuk ikut menjadikan iklim pendidikan di Kabupaten Magetan lebih baik.
“Forum ini luar biasa karena membuka ruang diskusi, bahkan argumentasi yang sehat. Saya berharap tidak berhenti di seremonial saja, tetapi ditindaklanjuti dengan implementasi nyata agar masalah pendidikan di Magetan bisa berkurang,” kata Muries.
Ia menekankan bahwa persoalan pendidikan di Magetan memang kompleks, mulai dari SD hingga SMA, baik dari sisi tenaga pendidik maupun lingkungan sekolah. Namun, menurutnya, tantangan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan.
“Banyak persoalan bukan berarti mengurangi semangat, tapi menjadi tantangan agar kita semakin berbenah. Saya optimis dengan langkah terbuka ini pendidikan di Magetan bisa terus berkembang,” tegas Muries.
Melalui forum ini, Dinas Dikpora Magetan berharap ke depan dapat merumuskan kebijakan dan program pendidikan yang lebih tepat sasaran, akuntabel, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (DmS)