Connect with us

Pendidikan

Disdikpora Magetan Data 2.700 Anak Tidak Sekolah, Siapkan Program Kesetaraan Bersama PKBM dan Desa

Published

on

Disdikpora Magetan Data 2.700 Anak Tidak Sekolah, Siapkan Program Kesetaraan Bersama PKBM dan Desa

RASI MAGETAN – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mencatat sekitar 2.700 anak masuk kategori Anak Tidak Sekolah hasil penyisiran bersama operator desa. Kepala Disdikpora Magetan, Suwata, mengatakan, pemerintah daerah segera menindaklanjuti data tersebut dengan membuka akses pendidikan melalui program kesetaraan. “Anak tidak sekolah itu ada dua kategori, yakni anak putus sekolah dan anak yang tidak melanjutkan. Misalnya lulus SD tapi tidak masuk SMP, atau lulus SMP tapi tidak melanjutkan ke SMA. Semua itu kita data dan akan kita masukkan ke pendidikan kesetaraan,” ujar Suwata ditemui di Pendopo Surya Graha Magetan , Kamis (6/11/2025) malam.

Baca Juga:  TK Dharma Wanita Tunggur Jadikan Tari Sebagai Ekstrakurikuler Bentuk Karakter Siswa.

Suwata menambahkan, pendataan dilakukan lintas sektor dengan melibatkan Dinas Sosial, Bappeda, Dinas PMD, hingga pengawas dan penilik pendidikan. Data tersebut kemudian diverifikasi kembali di tingkat desa untuk memastikan keakuratan. “Kita sudah punya data by name by address hasil verifikasi dengan operator desa. Sekarang tinggal proses penetapan dan penyaluran ke PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat),” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinas Pariwisata Magetan Telah Petakan Ulang 137 Benda Purbakala Untuk Diregistrasi.

Menurutnya, anak-anak yang termasuk kategori ATS akan diarahkan mengikuti pendidikan kesetaraan paket A, B, atau C, sesuai jenjang terakhir mereka. Program ini difasilitasi oleh PKBM di tiap wilayah. “Kalau lokasinya jauh, pembelajaran bisa dilakukan dengan sistem tutorial. Tutor akan mendatangi peserta satu atau dua kali dalam seminggu sesuai kesepakatan,” jelas Suwata.

Suwata juga menekankan bahwa fenomena anak tidak sekolah saat ini sebagian besar merupakan sisa kasus dari tahun-tahun sebelumnya. “Hari ini hampir tidak ada anak usia sekolah yang benar-benar tidak sekolah. Sebagian besar adalah lulusan SD atau SMP yang dulu tidak melanjutkan karena faktor ekonomi, pekerjaan, atau kondisi keluarga,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Alasan Magetan Kembali Masuk Level 4 Setelah 1 Minggu Berada di Level 3

Melalui program setaraan ini, Disdikpora Magetan berharap seluruh anak di Kabupaten Magetan dapat kembali mengakses pendidikan. “Kita pastikan mereka yang terdata bisa kembali belajar, meski bukan di sekolah formal. Prinsipnya tidak ada anak Magetan yang tertinggal pendidikan,” pungkas Suwata. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM