RASI MAGETAN – Satlantas Polres Magetan, Jawa Timur mempunyai cara lain untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas. Kasatlantas Polres Magetan AKP Ade Andini mengatakan, dalam melaksanakan Operasi Zebra Semeru 2025 yang dimulai sejak 17 November hingga 30 November mendatang, pihaknya lebih menekankan upaya upaya pre-emptive dan preventive masing-masing 40 persen, serta penindakan hanya 20 persen. “Pada operasi ini kami mengutamakan edukasi, imbauan, dan sosialisasi kepada masyarakat agar tertib berlalu lintas,” ujarnya ditemui diruangkerjanya Kamis (20/11/2025).
Ade Andini menambahkan, cara humanis dilaksanakan oleh petugas seperti mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan penyuluhan, serta membagikan brosur, cokelat, dan bunga kepada pengendara yang tertib sebagai bentuk apresiasi. Kasatlantas juga mengimbau masyarakat Magetan untuk selalu fokus saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, dan menjaga keselamatan di jalan. “Gunanya untuk meminimalisir laka lantas, mengurangi fatalitas, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas,” imbuhnya.
Film pendek menggugah kesadaran.
Tak hanya itu, Satlantas Polres Magetan juga membuat film pendek yang dimainkan oleh Mbah Karso, figur orang tua nyentrik yang aktif namun juga tengil karena keingin tahuannya. Mbah Karso merupakan sosok ikon edukatif di Radio Rasi FM di Kabupaten Magetan untuk memberikan informasi dan menghibur masyarakat pemirsa radio yang siaran setiap pagi hingga siang hari. “ Kebetulan diajak Satlantas untuk memberikan edukasi pentingnya mematuhi aturan lalulintas. Kebetulan Mbah Karso ini orangnya resek karena rasa keingin tahuannya. Pesan yang ingin kita sampaikan di film pendek ini adalah mematuhi aturan lalulintas karena aturan itu untuk keselamatan pengendara sendiri,” ujar Agus pemeran tokoh Mbah Karso.
Dalam pembuatan film pendek berdurasi 1 menit 50 detik tersebut, Agus mengaku sempat dikira ditilang oleh polisi oleh masyarakaat saat pengambilan gambar. Melalui tokoh tengil mbah Karso, Agus berharap masyarakat mulai cerdas untuk berfikir bahwa memiliki perlengkapan keamanan saat berkendara adalah cara cerdas untuk menghindari tilang. “ Kalau mematuhi aturan lalulintas kita pasti nyaman berkendara, tidak takut melihat polisi di jalan. Yuk kita mulai berfikir cerdas, jangan sia siakan hidup kita untuk menggadaikan nyawa hanya untuk pelanggaran lalulintas,” pesannya.
Ade Andini mengatakan, pembuatan film pendek di media sosial merupakan bagian dari kampanye Operasi Zebra Semeru 2025. Melalui media film dia berharap pesan keselamatan berlalulintas akan lebih mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat. “ Ini memang bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya mematuhi aturean lalulintas untuk keselamatan pengendara sendiri. Media film paling mudah dipahami oleh masyarakat,” ucapnya.
Operasi Zebra Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari ini menurut Ade Andini menyasar delapan pelanggaran prioritas untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas di wilayah Kabupaten Magetan. Ddelapan prioritas tersebut meliputi pengendara motor yang berboncengan lebih dari satu orang, pelanggaran lawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pengemudi mobil yang tidak memakai sabuk keselamatan, pengendara motor tanpa helm SNI, penggunaan ponsel saat berkendara, berkendara dalam pengaruh alkohol, serta penggunaan knalpot brong. “Itu delapan prioritas pada Operasi Zebra Semeru 2025,” tegasnya.