RASI MEDIA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mencatat dua titik yang mengalami kerusakan ringan akibat gempa berkekuatan 5,5 magnitudo di Pacitan yang terjadi pada Selasa pagi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan dampak gempa hanya terjadi di Kecamatan Ngrayun, tepatnya di dua lokasi berbeda. Titik pertama berada di RT 3 RW 5 Dukuh Tanjung, Desa Ngrayun. Di lokasi tersebut, tembok sisi kiri rumah milik Mbah Wonem mengalami roboh. “Kerusakan terjadi pada dinding sisi kiri rumah. Struktur dinding tersebut memang sudah lama sehingga rentan roboh saat terjadi gempa,” ujarnya melalui sambungan telepon Selasa (27/1/2026).
BPBD Ponorogo langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat serta warga melakukan gotong royong membersihkan material tembok yang roboh dengan mengedepankan kearifan lokal.
Titik kerusakan kedua menurut Agung juga terjadi di Kecamatan Ngrayun, tepatnya di Dukuh Blumbang, Desa Binade, RT 2 RW 3. Gempa menyebabkan teras rumah milik Kademan roboh. “Di lokasi kedua, yang roboh adalah bagian teras rumah. Masyarakat bersama perangkat desa langsung bekerja bakti membersihkan material bangunan,” Imbuhnya.
Agung mengaku pihaknya telah telah melakukan asesmen dan koordinasi sejak gempa terjadi di 21 wilayah dan memastikan gempa tidak berdampak di 20 kecamatan lainnya. BPBD Ponorogo terus memantau perkembangan pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan jika menemukan dampak lanjutan melalui Pusdalops BPBD Kabupaten Ponorogo. “Sampai sore ini seluruh PIC di 21 wilayah sudah melakukan asesmen dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk forkopimcam. Alhamdulillah tidak ada dampak gempa di 20 kecamatan lainnya,” pungkasnya.