Connect with us

Pendidikan

Cerita Kepala SLB di Magetan, Dari Pintu Ke pintu Mengetuk Kesadaran Warga Sekolahkan Anak Mereka Yang Berkebutuhan Khusus.

Published

on

Cerita Kepala SLB di Magetan, Dari Pintu Ke pintu Mengetuk Kesadaran Warga Sekolahkan Anak Mereka Yang Berkebutuhan Khusus.

Rasi fm – Gerakan luwes Wahyu (19) siswa kelas 12 SLB PSM Lembeyan membawakan tarian bujang ganong seakan membius puluhan penonton yang berada di ruang serbaguna yang berada di Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Hari itu mereka berbahagia menyambut tamu khusus yang akan membantu kebutuhan kendaraan operasional bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah. Wahyu terlihat mengakhiri tarinya dengan memberikan hormat ditengah ruangan setelah melakukan gerakan koprol. “Selain tampil di sekolah saya juga sering tampil di luar kota seperti Madiun, Ponorogo meramaikan sejumlah acara,” ujar ditemui usai menari Jumat (8/9/2023).

Selain Wahyu, pagelaran sederhana tersebut juga diramaikan oleh tampilan menyanyi, menari dan pagelaran fashion show dari siswa jennag SD dan SMP.  “Hari ini kami bersyukur mendapat bantuan mobil operasional karena sebagian siswa kami ada yang rumahnya jaraknya jauh. Sebagian siswa itu ada yang menumpang ke sekolah dengan guru,” ujar Kepala Sekolah SLB PSM Lembeyan Jumadi.

Tahun ini SLB Lembeyan berusia 13 tahun, dan baru akan memiliki lulusan pertama di tingkat SMA. Wahyu merupakan lulusan pertama SLB Lembeyan yang berhasil menjadi contoh keberhasilan pendidikan SLB PSM di Lembeyan. “Dulu Wahyu ini dipindahkan ke sini karena nakal, sering meludah, kalau pintu ruangan kelas belajar ditutup dia akan menggedor gedor pintu,” kenang Jumadi.

Baca Juga:  Anggota Polisi yang Menjadi Korban Penyerangan di Lany Jaya Akan Dimakamkan di Magetan.

Setelah mendapat bimbingan di SLB Lembeyan, Wahyu saat ini telah mampu mendiri dengan bekerja sebagai anak kandang di sebuah peternakan sepulang sekolah. Ketrampilan lain yang dikuasai wahyu adalah menari bujang ganong. “Saya mau jadi pengusaha besok dan juga sebagai penari yang sukses,” kata Wahyu.

Dari pintu ke pintu berikanpemahaman warag pentingnya sekolah.

Di usia ke 13 SLB PSM Lembeyan memiliki perjalanan yang tak mudah. Pertama didirikan tahun 2010 ruangan sekolah meminjam rumah warga dengan siswa hanya 3 orang. Setahun kemudian pemerintah daerah meminjamkan ruangan sekolah SDN Lembeyan Wetan yang tak lagi digunakan karena siswanya yang sedikit. Hingga 3 tahun terakhir SLB PSM Lembeyan bisa memiliki bangunan sekolah sendiri berkat bantuan dari warga. “Alhamdulillah sekarang memiliki bangunan sekolah berkat bantuan dari warga, sekarang bisa lebih fokus untuk memberikan pelajaran maupun ketrampilan kepada siswa,” Ucap Jumadi.

Sulastri (23), siswa kelas XI SLB Lembeyan juga menjadi salah satu siswa yang bisa mandiri setelah menempuh pendidikan dan ketrampilan di sekolah. Selain mampu menghafal Al Quran, Sulastri juga memiliki keterampilan untuk memijat, bahkan saat ini banyak warga yang membutuhkan kepiawaian Sulatri memijat. “Sulastri ini murid yang usianya tergolong tua tapi baru sekolah. Pertama kita ajari untuk membaca dengan huruf braile dan dia mampu menguasai dalam hitungan bulan. Kemudian kita berikan ketrampilan memijat dan dia bisa menguasai,” jelas Jumadi.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit di Magetan Tembus Rp 100.000, Sayuran Lainnya Juga Naik

Di Kecamatan Lembeyan SLB yang dipimpin Jumadi merupakan satu satunya sekolah yang ada. Pada tahun pertama berdiri Jumadi bersama sejumlah guru pengajar harus keliling kampung untuk mengetuk kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Di Kecamatan Lembeyan masih banyak orang tua yang apatis akan nasib anak mereka yang memiliki kebutuhan khusus. “Banyak yang mengatakan, buat apa sekolah. Anak kami memang nasibnya sudah begini,” ujar Jumadi.

Jumadi mengaku tak patah arang dengan sikap orang tua yang apatis dengan nasib anak mereka yang berkebutuhan khusus. Selain mempermudah siswa mengakses lokasi sekolah SLB, Jumadi juga berupaya memberikan pelatihan ketrampilan kepada siswa sesuai dengan kemampuan mereka. Di sekolah sejumlah siswa telah berhasil menghasilkan kerajinan seperti membatik ciprat, membuat tas belanja, membuat kerajinan gantungan kunci, tasbih, gelang, kalung dari manik manik. “Kita juga membuka peluang usaha dari kegiatan ketrampilan mereka,” ucap Jumadi

Menurutnya anak berkebutuhan khusus sama haknya dalam menjalani hidup, mereka harus memiliki ketampilan untuk bisa menjalani hidupnya dimasa depan. Pemahaman orang tua di Kecamatan Lembeyan bahwa sudah nasib mereka memiliki anak dengan berkebutuhan khusus harus disadarkan dengan memberikan pendidikan terbaik untuk mereka. “Setiap tahun ajaran baru kami door to door mengetuk kesadaran orang tua bahwa anak mereka harus memiliki pendidikan dan ketrampilan untuk bertahan hidup. Kita memberi pemahaman setelah orang tua tidak ada, mereka juga harus menjalani hidup. Dengan memiliki ketrampilan mereka akan mandiri,” katanya.

Baca Juga:  Makan Disamping Tumpukan Sampah, Pengunjung Telaga Sarangan : Harusnya Pagi Sudah Bersih

Bantuan mobil operasional dari warga.

Anik salah satu pengusaha pembuatan telur asin di Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan mengaku terketuk hatinya saat SLB Kecamatan Lembeyan melakukan kegiatan cooking class ke tempat usahanya. Dia mengaku dari kegiatan cooking clas bisa menularkan ketrampilan usaha kepada siswa SLB Kecamatan Lembeyan. “Kita akhirnya membuka kesempatan untuk membantu memberikan ketrampilan yang mereka butuhkan dengan belajar membuat telur asin. Dan mereka memiliki kemampuan untuk membuat telur asin. Semoga ketrampilan tersebut bisa membantu mereka,’ katanya.

Melihat kesulitan SLB Kecamatan Lembeyan untuk bisa menjangkau lebih banyak lagi siswa anak anak berkebutuhan khusus membuat Anik menyumbangkan satu mobil untuk operasional sekolah. Saat ini SLB Kecamatan Lembeyan memiliki 23 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA yang berdomisili tersebar di Lembeyan. “Semoga dengan adanya mobil operasional Sekolah SLB ini bisa menjangkau lebih banyak lagi anak anak berkebutuhan khusus untuk belajar sehingga mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Anik. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM