RASI MEDIA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magetan mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerjunkan 789 petugas yang akan mendata sekitar 318 ribu keluarga dan unit usaha di seluruh wilayah Kabupaten Magetan. Kepala BPS Magetan, Muhammad Samsodin, mengatakan sensus kali ini berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. Jika sensus ekonomi terdahulu hanya menyasar pelaku usaha, pada tahun 2026 pendataan juga menjangkau rumah tangga untuk menangkap perkembangan ekonomi digital yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.”Kami menurunkan petugas sebanyak 789 orang. Dua orang berasal dari pegawai organik BPS dan 787 lainnya merupakan petugas mitra yang direkrut dari masyarakat Magetan dan disebar di 18 kecamatan,” kata Samsodin.
Menurutnya, para petugas memiliki waktu sekitar dua setengah bulan untuk menyelesaikan pendataan terhadap seluruh sasaran yang telah ditetapkan BPS.”Target yang harus didata sebanyak 318 ribu keluarga dan usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena cakupannya sangat besar dan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Magetan,” ujarnya.
Samsodin menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bertujuan menghitung jumlah usaha yang ada di masyarakat, tetapi juga memotret perubahan pola aktivitas ekonomi yang kini banyak bergeser ke ranah digital.”Kalau dulu sensus ekonomi hanya mendata usaha. Sekarang kami juga mendekati keluarga karena terjadi pergeseran ekonomi dari konvensional menuju digital. Banyak aktivitas ekonomi yang tidak terlihat secara fisik tetapi menghasilkan pendapatan yang besar,” jelasnya.
Ia mencontohkan munculnya profesi baru seperti kreator konten, pelaku usaha daring, hingga pekerja ekonomi digital yang tidak memiliki tempat usaha tetap namun memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.”Bisa saja sebuah keluarga terlihat biasa, tetapi salah satu anggota keluarganya merupakan content creator atau pelaku usaha digital dengan penghasilan yang cukup besar. Data seperti ini yang ingin kami tangkap,” katanya.
Untuk memperoleh data yang akurat, BPS melakukan berbagai persiapan mulai dari rekrutmen hingga pelatihan intensif kepada petugas lapangan. Seluruh petugas wajib mengikuti pelatihan daring dan tatap muka sebelum diterjunkan ke lapangan.”Petugas mendapatkan pelatihan online selama tiga hari dan dilanjutkan pelatihan klasikal selama tiga hari. Mereka dibekali konsep, metodologi, penggunaan aplikasi, hingga praktik wawancara langsung dengan responden,” ungkapnya.
BPS juga menerapkan sistem pengawasan berbasis teknologi guna memastikan petugas benar-benar melakukan pendataan secara langsung.Setiap petugas diwajibkan mengambil foto rumah responden, melakukan geotagging lokasi, mengumpulkan nomor telepon responden, serta meminta tanda tangan digital sebagai bukti pelaksanaan wawancara.”Kami berupaya meminimalkan kesalahan pendataan. Di aplikasi sudah ada sistem validasi, ditambah geotagging, foto rumah, nomor telepon, dan tanda tangan digital sehingga petugas benar-benar datang ke lokasi,” jelas Samsodin.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang. Data yang terkumpul akan digunakan untuk memperbarui struktur ekonomi daerah yang selama ini terus mengalami perubahan.”Tujuan utama sensus ini untuk melihat struktur ekonomi terbaru. Misalnya porsi sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, hingga ekonomi digital. Karena kalau struktur ekonomi tidak diperbarui, perhitungan pertumbuhan ekonomi ke depan bisa menjadi kurang tepat,” katanya.
Ia menambahkan, perkembangan perdagangan digital dan layanan berbasis teknologi telah mengubah pola ekonomi masyarakat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.”Dulu sektor-sektor tertentu masih kecil kontribusinya, sekarang berkembang sangat cepat. Karena itu pemerintah memerlukan data terbaru agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
BPS menargetkan hasil hitung cepat Sensus Ekonomi 2026 dapat dipublikasikan pada akhir tahun ini. Sementara hasil lengkap dan berbagai karakteristik ekonomi lainnya akan dirilis setelah melalui proses validasi dan pengolahan data secara menyeluruh.”Kami targetkan hasil cepatnya bisa diketahui pada Desember 2026. Tetapi sebelum dipublikasikan, data harus melalui proses pembersihan dan validasi agar benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Samsodin.