RASI MEDIA – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Magetan mengungkap tingginya kasus penyakit tidak menular di masyarakat. Hingga Mei 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 23 persen sasaran penduduk dan menemukan sejumlah masalah kesehatan yang cukup menonjol, mulai dari hipertensi, diabetes, hingga rendahnya aktivitas fisik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Rohmat Hidayat, mengatakan capaian pelaksanaan CKG terus berjalan dan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih dini. “Kalau CKG di tahun 2026 ini sampai dengan bulan Mei sudah 23 persen yang kita lakukan pemeriksaan. Dari hasil CKG itu memang kasus yang banyak kita temukan di antaranya hipertensi dan diabetes,” ujar Rohmat.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, hipertensi menjadi salah satu temuan terbesar. Rohmat menyebut sekitar 40 persen peserta yang diperiksa menunjukkan hasil tekanan darah yang tidak normal. “Kalau hipertensi itu cukup lumayan besar. Secara umum antara yang normal dan tidak normal, yang tidak normal mungkin sekitar 40 persen,” jelasnya.
Selain hipertensi, kasus diabetes juga ditemukan dalam jumlah cukup tinggi. Temuan tersebut tidak hanya terjadi pada kelompok usia tertentu, melainkan hampir di seluruh kelompok umur yang mengikuti pemeriksaan. “Kasus diabetes juga cukup tinggi. Ini semua kelompok usia, bukan hanya pelajar,” katanya.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah rendahnya aktivitas fisik masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, lebih dari 90 persen peserta menunjukkan tingkat aktivitas fisik yang kurang. “Hampir 90 persen lebih masyarakat kita kurang aktivitas. Ini menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya penyakit tidak menular,” ungkap Rohmat.
Rohmat menambahkan, hasil CKG yang baru menjangkau sebagian masyarakat sudah menunjukkan kecenderungan meningkatnya kasus penyakit tidak menular dibanding beberapa tahun sebelumnya. Selain hipertensi dan diabetes, pihaknya juga menemukan peningkatan kasus stroke, obesitas, hingga masalah kesehatan gigi. “Secara umum kasus penyakit tidak menular di Magetan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Diabetes, stroke, karies gigi, termasuk obesitas juga meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan pola hidup masyarakat menjadi faktor utama di balik meningkatnya berbagai penyakit tersebut. Kurangnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi air putih, serta pola makan yang tidak sehat menjadi pemicu yang paling sering ditemukan. “Kurang gerak, kurang minum air putih, makanan yang tidak sehat, konsumsi karbohidrat berlebihan, itu yang menyebabkan meningkatnya kasus-kasus penyakit tidak menular. Karena itu perubahan perilaku hidup sehat menjadi sangat penting,” pungkasnya.