Connect with us

Politik & Pemerintahan

BKK Rp 5 M Untuk 50 Desa Tanpa Kriteria Jelas, Politisi Golkar Kabupaten Magetan Tanyakan Komitmen Pemerintah Daerah Terhadap Pengembangan 16 Desa Wisata. 

Published

on

BKK Rp 5 M Untuk 50 Desa Tanpa Kriteria Jelas, Politisi Golkar Kabupaten Magetan Tanyakan Komitmen Pemerintah Daerah Terhadap Pengembangan 16 Desa Wisata. 

RASI FM – Anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Gologan Karya Didik Haryono menyoroti anggaran bantuan keuangan khusus BKK pada APBD tahun 2024 sebesar Rp 5 miliar rupiah yang akan dibagikan kepada 50 desa tanpa adanya kriteria khusus yang jelas. Menurutnya penyaluran anggaran BKK untuk 50 desa tidak tepat sasaran mengingat tidak ada kriteria tertentu. Dia mencontohkan salah satu desa akan menerima anggaran BKK Rp 100 juta untuk membuat pasar yang menurutnya anggaran tersebut tidak akan cukup untuk menyelesaikan pembuatan sebuah pasar.

Baca Juga:  Ke Magetan Wamendagri Ribka Haluk Berharap PSU Aman dan Cukup Sekali.

”Ada BKK 2 tahun berturut turut Rp 5 miliar total dibagi ke 50 desa. Satu desa dapat limapuluh, seratus, lha ini dampaknya apa? Dan tidak ada kriteria khusus. Ada desa disuruh bangun pasar desa bantuannya hanya 100 desa, pasarnya tidak jadi hanya paving saja. Ini kan lucu, sayang terbuang percuma,” ujarnya.

Didik Haryono menambahkan, pemerintah daerah seharusnya lebih focus kepada pengembangkan 16 desa wisata yang telah ditetapkan. Ke 16 desa wisata tersebut telah memiliki konsep pengembangan yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sumber daya alam, pemberdayaan perekonomian warga, pemberdayaan budaya masyarakat serta pengembangan ke depan. Politisi Partai Golkar tersebut mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan 16 Desa Wisata yang belum maksimal.

Baca Juga:  Diduga Kelelahan, PPS di Magetan Meninggal Dunia Saat Jelang Pencoblosan.

“Bagaimana ada perhatian khusus, karena desa wisata ini kan punya kekhususan. Ditetapkan sebagai desa wisata ini kan ada indikator indikator. Kalau itu sudah ditetapkan dengan baik karena memenuhi kriteria seperti dari aspek alam, dari partisipasi warga, dari budaya, dari aspek ekonomi mungkinkan tidak dikembangkan, kalau dikembangkan ada tidak efek ekonomi kepada warga desa setempat desa sekitar. Kalau itu sudah ditentukan maka pemkab ini harus support betul, tidak perlu nambah, 16 desa ini focus betul sampai jadi. Kalau sudah mempunyai nilai ekonomi tinggi, ini sudah terkenal, sudah mandiri, baru ditambah desa desa penopang lainnya. Sehingga biar BKK ini focus ada hasilnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Punya Rumah Joglo Sedulur Mas Riyono, Anggota DPR-RI Buka Ruang Publik untuk Warga Magetan Mengadu, Mengeluh, Mengkritik dan Berkreasi.

Keberadaan dan pegembangan Desa wisata menurut Didik Haryoo akan mendukung keberadaan destinasi wisata Telaga Sarangan dan akan memberikan kontribusi perkembangan perekonomian di sejumlah desa di kabupaten Magetan. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM