Politik & Pemerintahan
Ke Magetan Wamendagri Ribka Haluk Berharap PSU Aman dan Cukup Sekali.
Published
1 tahun agoon
By
rasinews
RASI FM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk melihat langsung persiapan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 4 TPS di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang akan digelar Hari Sabtu (22/3 ) mendatang. Ditemui di loby ruang kerja Bupati Magetan dia mengatakan telah melakukan rapat dengan KPU dan Bawaslu serta seluruh pejabat forkopimda dimana dipastikan PSU siap digelar di Magetan. “Kami rapat tadi dan semuanya menyatakan sudah siap. Masyarakat bisa menyalurkan hak suaranya di TPS masing masing,” ujarnya Rabu (19/3/22025).
Ribka Haluk menambahkan, selain melihat persiapan KPU dan Bawaslu serta seluruh Forkopimda, dia juga mengaku mendapat tugas memastikan kebutuhan anggaran tercukupi untuk pelaksanan PSU di Magetan. “Tugas kami hanya memastikan ketersediaan dana untuk penyelenggaraan PSU semua sudah siap melaksanakannya,” imbuhnya.
Ribka berharap penyelenggaraan PSU di Magetan berjalan aman dan masyarakat bisa menyalurkan haknya dalam Pilkada 2024. Dia berharap PSU di Magetan cukup sekali saja dilaksanakan. “Harapannya Hari Sabtu berjalan dengan lancar, masyarakat bisa menggunakan hak suaranya di TPS masing masing. Harapan kami PSU sekali saja lah,” pungkasnya. ,(DmS)
752 total views, 3 views today
You may like

Hari Ini Magetan Resmi Memiliki Bupati.

Pasca Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pemenang Pilkada Serentak 2024, KPU Kabupaten Magetan Ucapkan Terimakasih Kepada Pemkab dan Masyarakat

Pasca Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Magetan Pemenang Pilkada Serentak 2024, KPU Magetan Akan Lelang Logistik Pilkada dan Kembalikan Sisa Dana Hibah.

KPU Magetan Tetapkan Nanik – Suyatni Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pemenang Pilkada Serentak 2024.

Terima Surat Dari KPU RI, KPU Magetan Akan Tetapkan Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan Hari Jumat Mendatang.

Belum Ada Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pasca PSU Magetan, Pengamat Politik Logopori : Kegiatan Pemerintah Daerah Terhambat.


