Connect with us

Budaya

Melongok Rumah Joglo Milik Mbah Aboe Soetomo di Magetan, Berusai Hampir 200 Tahun dan Disusuk Emas.

Published

on

Melongok Rumah Joglo Milik Mbah Aboe Soetomo di Magetan, Berusai Hampir 200 Tahun dan Disusuk Emas.

Rasi Fm – Tidak banyak rumah joglo yang tersisa di Kabupaten Magetan. Rumah Joglo milik Almarhum Aboe Soetomo dulunya merupakan kepala desa di Desa Sumber Sawit merupakan salah satu rumah joglo tua yang memiliki kisah perjalanan rumah joglo di Magetan. Menurut Nenek Mujirah istri dari almarhum Aboe Soetomo yang telah berusai 91 tahun, rumah joglo yang ditempatinya tersebut dulunya merupakan rumah milik lurah Roro Waru yang berada di daerah Saradan.
Rumah Joglo Kayu jati di tangan pemilik lama merupakan rumah peninggalan dari lurah roro waru yang telah berusai sekitar 110 tahun. Dibeli oleh Mbah Aobe Soetomo sekitar tahun 1960 an. Diperkirakan Rumah joglo yang dibeli oleh Aboe Soetomo berusia seitar 200 tahunan, terdiri dari 3 bagian, dimana bagunan rumah joglo ditempatkan di bagian paling depan sebagai rumah utama, sementara dua rumah lainnya difungsikan sebagai rumah tengah dan rumah belakang.
Dulu untuk membawa rumah joglo tersebut dari wilayah Saradan membutuhkan perjuangan, karena masih minimnya alat angkut seperti mobil truk. Setelah diangkut dari Saradan dengan menggunakan truk, kayu bangunan rumah diturunkan di Desa Widoro kandang, karena belum adanya jalan yang bisa dilewati truk menuju Desa Sumber Sawit. Untuk sampai di Desa Sumber sawit dibutuhkan ratusan orang untuk mengangkut. Untuk kembali membangun rumah yang memiliki tinggi sekitar 7 meter tersebut dibutuhkan waktu hingga 2 tahun sehingga kembali terbentuk menjadi rumah joglo yang megah.
Tak hanya dibangun dari kayu jati yang berusia ratusan tahun, untuk membangun rumah joglo juga dibutuhkan syarat tertentu seperti memberi susuk emas. Susuk emas adalah menyisipkan kepingan emas pada bagian tiang utama rumah. Dengan syarat susuk emas memiliki tujuan agar rumah joglo tersebut memiliki estetika keanggunan dan kewibawaan serta memberikan rasa aman kepada penghuni rumah. Kakek Aboe Soetomo sendiri menjabat sebagai kepala Desa Sumber Sawit selama 30 tahun. Hingga meninggal dia masih menjabat sebagai kepala desa.
“ Seingat saya disini sudah 60 tahun. Rumah ini, Dulu yang punya juga kepala Desa Roro Waru karena sudah tua tinggal satu ya rumah ini. Dulu tidak rata hanya dipahat, Rumah ini dimiliki mbah Roro Waru sudah berusia 110 tahun. Kata orang tua dulu kalau rumahnya kayu jati harus diberi emas, diantara tiang utama rumah, tapi ya nggak banyak,” ujarnya.
Saat ini rumah Joglo milik Mbah Aboe Soetomo masih berdiri dengan megah di Desa Sumber Sawit. Rumah tersebut menjadi saksi perjalanan pemerintahan Desa Sumber Sawit, karena pada jaman dahulu rumah kepala desa juga berfungsi sebagai kantor pemerintahan desa. Di rumah joglo milik nenek Jumirah juga terdapat peninggalan kentongan yang dulu difungsikan sebagai alat komunikasi jarak jauh dan untuk pemberitahuan hal penting kepada warga.
Rumah Joglo Mbah Aboe Soetomo dulunya juga dilengkapi dengan gedogan atau kandang kuda sebagai tempat menambatkan kuda tunggangannya yang diberi nama Rebo. Dari kisah warga, Kuda Rebo memiliki keterikatan batin yang kuat dengan pemiliknya. Rebo bisa kembali ke rumah joglo jika peristiwa penting terjadi dengan pemiliknya mbah Aboe Soetomo. (DmS)

Baca Juga:  Siap Laksanakan Vaksin Covid 19, Bupati Magetan Siap Jadi Yang Pertama Disuntik Vaksin

 293 total views,  3 views today