Connect with us

News

Berangkatkan 5 KK, Masih Ada 200 Kk Waiting List Program Transmigrasi.

Published

on

Berangkatkan 5 KK, Masih Ada 200 Kk Waiting List Program Transmigrasi.

Rasi Fm – Program transmigrasi masih diminati warga Kabupaten Magetan. Data dari Dinas Tenagakerja dan transmigrasi Kabupaten Magetan tercatat masih ada sekitar 200 kepala keluarga yang menunggu pemberangkatan program transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Magetan Gatot Sapto Priyono mengatakan, syarat untuk mengikuti program transmigrasi diantaranya adalah warga miskin yang tak punya rumah dan lahan pribadi,atau warga yang masih tinggal menumpang di rumah orang lain dan warga yang berpendapatan sekitar Rp 20 ribu per tiga hari. Syarat lainnya adalah kepala keluarga harus berusia 50 tahun ke atas, tak punya penghasilan tetap, dan menetap di Magetan minimal dua tahun.

Baca Juga:  Tepo Tahu Legendaris Mbak Yusli, Warisan Rasa Tiga Generasi

Tahun ini keluarga yang mengikuti program transmigrasi akan ditempatkan di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, wilayah yang mempunyai kemiripan dengan wilayah Kabupaten Magetan.

Baca Juga:  Polres Magetan Gelar Bazar Sembako Murah untuk Stabilisasi Harga dan Peringati HUT RI ke-80

Pada HAri Minggu kemarin pemerintah Kaubupaten Magetan membeangkatkan 5 kepala keluarga ke Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Hergunadi yang melepas langsung keberangkatan 5 keluarga tersebut mengatakan, 5 kepala keluarga tersebut akan ditempatkan di Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) SKPC SP 1, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Hergunadi menambahkan, ke 5 kepala keluarga tersebut akan menerima fasilitas lahan rumah semi permanen, dan lahan olahan yang bisa digunakan untuk petanian dan peternakan.

Baca Juga:  Tingkatkan Kemandirian Desa Tangguh Bencana Desa Geni Langit, Prodi Sanitasi dan Kebidanan Poltekes Kemenkes Surabaya Gelar Penguatan Kapasita Tanggap Darurat Kesehatan Berbasis Partisipatif.

“ Terjadi juga peningkatan ekonomi di 2 kabupaten ini. Disana sebagi duta lah, jadi yang menyampaikan yang menghubungkan untuk kita kolaborasi, bertukar produksi bertukar ilmu dan bertukar hasil bumi. Disana tadi disebutkan banyak merica, kalau kita butuh merica ya kesana, kalau sana butuh sepatu dari sini, penghubungnya mereka,” katanya. (DmS)

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM