News
Belasan Tahun Dipasung di Balik Jeruji, Dua ODGJ Ponorogo Dievakuasi ke RS Menur
Published
3 bulan agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Tim gabungan yang terdiri dari Polres Ponorogo, Pemerintah Desa Sendang, Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta tenaga kesehatan Puskesmas Jambon mengevakuasi dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang selama belasan tahun hidup dalam pasungan di Desa Sendang, Kecamatan Jambon, Selasa (3/2/2026). Petugas membebaskan Majid (42), warga Dukuh Pondok, dari kamar tembok berukuran 2×4 meter berpintu jeruji besi sebelum dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya
Ibu Majid, Katemi (70), mengungkapkan anaknya mulai mengalami perubahan perilaku sejak tahun 2013 dan kerap melakukan tindakan agresif terhadap keluarga. Ia menyebut Majid pernah mengamuk, memukul anggota keluarga, hingga menginjak perut ayahnya. “Namanya Majid. Dia sering mengamuk di rumah, pernah memukul pakai gelas, bahkan mencapai perut bapaknya,” ujar Katemi. Ia mengaku sudah berupaya mencari pengobatan ke berbagai tempat, namun kondisi kejiwaan anaknya justru semakin memburuk.
Selain Majid, tim gabungan juga mengevakuasi Suhananto (45), warga Dukuh Janti, Desa Sendang, yang selama bertahun-tahun dikurung di dalam kerangkeng besi. Kepala Desa Sendang, Toufik Qurrohman, membenarkan bahwa kedua warganya dipasung karena kondisi kejiwaan yang sudah membahayakan keluarga dan masyarakat. “Kondisinya sudah mengancam. Dari desa, kesehatan, dan kepolisian terus menyatukan sebatas kemampuan yang
Penanggung Jawab Program Kesehatan Jiwa Puskesmas Jambon, Agus Prayitno, menjelaskan pemasungan yang dilakukan keluarga dalam kondisi darurat akibat riwayat perilaku kekerasan. “Keduanya memiliki riwayat kekerasan dan kontak fisik dengan keluarga, sehingga keluarga mengambil langkah pengamanan,” jelas Agus. Ia memastikan Majid dan Suhananto akan menjalani perawatan di RSJ Menur Surabaya selama sekitar tiga bulan, sebelum melanjutkan rehabilitasi sosial di Unit Pelaksana Teknis milik Dinas Sosial Jawa Timur. “Harapannya, mereka bisa pulih dan kembali ke keluarga tanpa stigma,” tutupnya.
1,016 total views, 3 views today
You may like

Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan

Diberhentikan Usai Selewengkan Dana Desa Rp 325 Juta, Pemdes Taji Proses Penggantian Bendahara Desa.

Puluhan Peternak Ayam Petelur Magetan Geruduk Dinas Peternakan, Protes Harga Telur Anjlok di Bawah HPP.

KPU Magetan Aktif Perbarui Data Pemilih Berkelanjutan, Sasar Usia Ekstrem hingga Perubahan Status Warga


