Connect with us

Politik&Pemerintahan

Belanja Pegawai RAPBD Magetan Tahun 2023 Lebih dari 50 Persen, DPRD Magetan Ingatkan Pembatasan Belanja Pegawai.

Published

on

Belanja Pegawai RAPBD Magetan Tahun 2023 Lebih dari 50 Persen, DPRD Magetan Ingatkan Pembatasan Belanja Pegawai.

Rasi Fm – Belanja Pegawai dalam RAPBD tahun 2023 yang disampaikan oleh Wakil Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Magetan dengan agenda Penjelasan Bupati terhadap Pengantar Nota Keuangan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2023 pada Hari Jumat (28/10) lalu tercatat lebih dari 50 persen. Dalam RAPBD tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Magetan merencanakan belanja pegawai belanja ini dialoksikan sebesar 863 milyar 844, juta 832 ribu 632 rupiah.

Ketua DPRD Kabpaten Magetan Sujatno mengatakan, pemerintah merencanakan adanya pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen yang akan diterapkan pemerintah.

Baca Juga:  Di tengah Kekurangan Pupuk, Pengusaha Pupuk Organik Belum Dapat Perhatian Pemerintah Daerah

“ Upaya maksimal yang harus dilakukan pemerintah daerah adalah menurunkan prosentase,” ujarnya.

Langkah yang harus ditempuh pemerintah daerah menurut Sujatno adalah dengan menaikkan pendapatan. Menurutnya pemerintah daerah tidak akan bisa menurunkan gaji pegawai sehingga upaya yang bisa dimaksimalkan adalah dengan menaikkan pendapatan asli daerah.

“Kalau menaikan pendapatan pendapatan asli daerah otomatis prosentase yang lain naik. Nggak mungkin kita menurunkan gaji,” imbuhnya.

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Magetan merencanakan APBD tahun 2023 sebesar lebih dari Rp 1,6 triliun yang diperoleh dari pendapatan asli daerah direncanakan sebesar lebih dari Rp 209 milyar yang berasal dari pajak daerah sebesar lebih dari Rp 59 milyar, retribusi daerah sebesar lebih dari Rp 30 milyar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar lebih dari Rp 3 milyar dan lain – lain PAD yang sah sebesar lebih dari Rp 115 milyar. Angka tersebut menurun dibandingkan perencanaan pendapatan asli daerah pada tahun 2022 sebesar 222 miliar rupiah.

Baca Juga:  Dari Dialog Cegah Stunting, Dari Bulan Timbang Angka Stunting di Magetan Turun Drastis

Sementara pendapatan transfer direncanakan sebesar lebih dari Rp 1,4 triliun terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar lebih dari Rp 1 triliun dan pendapatan transfer antar daerah sebesar lebih dari Rp 72 miliar.
Pendapatan lain lain daerah yang sah direncanakan sebesar lebih dari Rp 27 miliar dari pendapatan hibah sebesar 10 milyar rupiah dan lain – lain pendapatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan sebesar lebih dari Rp 17 miliar. (Adv)

Baca Juga:  Manfaatkan Kotoran Kambing dan Kelinci, Pemuda di Desa Sidorejo Sebulan Mampu Membuat 1 Ton Pupuk Organik

 293 total views,  3 views today