Connect with us

News

Terpeleset Saat Mancing, Pelajar di Ponorogo Ditemukan Tewas.

Published

on

Terpeleset Saat Mancing, Pelajar di Ponorogo Ditemukan Tewas.

RASI FM – Lucky Febrianus (17) pelajar warga Desa Poko, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ditemukan tewas tenggelam di aliran sungai Bendungan Tugu, masuk Desa Pangkal Kecamatan Sawoo pada Minggu siang. Kapolsek Sawoo, AKP Yudi Kristiawan mengatakan, korban bersama dengan satu rekannya Candra Vergia Yudha (19) pelajar warga Desa Ngumpul, Kecamatan Balong memancing, namun saat korban kehabisan umpan dia menghampiri rekannya untuk minta umpan.

“Kejadiannya sekitar pukul 11:30 WIB. Korban awalnya kehabisan umpan kemudian meminta umpan kepada rekannya yang berada sekitar 10 meter, karena kondisi tanah miring korban kemudain terpeleset. Saat terpeleset korban menarik tangan rekannya hingga keduanya tercebur ke sungai,” ujarnya melalui pesan singkat Minggu (9/2/2025).

Baca Juga:  Ultah ke 349 Tahun, Pj Bupati : Magetan Layak Mendapat Tambahan Anggaran. 

Yudi Krsitiawan menambahkan, setelah tercebur ke sungai, Candra berhasil menyelematkan diri naik ke daratan. Sementara Lucky diduga tidak bisa berenang akhirnya tenggelam. “Kedua pelajar itu sama-sama terjebur ke sungai sementara Candra berhasil menyelamatkan diri naik ke daratan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tak Penuhi Kaidah Pertambangan, ESDM Jatim Hentikan Sementara Tambang Galian C di Sayutan Magetan.

Candra yang selamat kemudian meminta bantuan ke pos satpam untuk menyelamatkan korban. Petugas bendungan akhirnya berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

“Rekan korban sempat meminta bantuan ke pos petugas bendungan Tugu. Petugas bendungan berhasil mengevakuasi korban dengan menggunakan speedboat sekitar pukul 12.00 WIB,” ucap Yudi.

Dari hasil pemeriksaan tim inafis Polres Ponorogo di RSUD dr. Harjono pada korban didapati luka babras di bibir dan luka babras di telinga kanan dan kiri. Dari TKP, ada barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah joran pancing biru Noka, satu buah tas merek Eiger warna coklat, satu buah jaket warna hitam, satu buah kaus warna hitam, satu buah celana pendek warna abu-abu dan satu buah sandal selop warna abu-abu. Korban saat ini sudah diberikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya. “Hasil pemeriksaan luar, korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” pungkas Yudi. (DmS)

Baca Juga:  DLH Magetan Pastikan Tidak Ada Ijin Pengolahan Kulit di desa Mojopurno, Ngariboyo Soal Limbah di Sungai

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM