Connect with us

News

DLH Magetan Pastikan Tidak Ada Ijin Pengolahan Kulit di desa Mojopurno, Ngariboyo Soal Limbah di Sungai

Published

on

Bangunan Ipal di Kampung Susu Lawu Tahun Ini Belum Akan Dibangun, Ini Kata Kadis DLH

Rasi Fm – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan memastikan jika tidak ada perijinan pengolahan kulit yang dikeluarkan pemerintah daerah di Desa Mojopurno, Kec Ngariboyo. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, perijinan yang dikeluarkan oleh pemerintah di Desa Mojopurno adalah ijin pedagang kulit eceran. Pihaknya saat ini masih melakukan pemantauan terhadap pelaku pembuangan limbah di sungai Desa Mojopurno
“Nutup itu apa dia punya ijin. Dia tidak punya ijin. Kalau nutup yang ditutup apanya? Karena yang mengolah didaerah situ tidak ada yang punya ijin. Ijinnya dagang eceran,” ujarnya.
Saif Muchlisun menambahkan, terkait tindakan tegas penutupan usaha penyamakan kulit pihaknya belum bisa memastikan karena tidak adanya ijin bagi pengolahan kulit di Desa Mojopurno. Saat ini tim dari DLH Kabupaten Magetan telah turun ke lokasi sungai untuk mencari tahu pencemaran yang terjadi. Beberapa waktu lalu pencemaran di sungai Desa Mojopurno sempat terjadi dan DLH menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan pencemaran tersebut. Setelah tim DLH turun ke Desa Mojopurno biasanya permasalahan pencemaran akan mereda.
“Tidak boleh buang limbah sembarangan itu, buang sampah sembarangan saja tidak boleh. Ini kita cek, kita ambil, terus kita rapatkan dan kita sosialisasikan lagi . Itu dulu pernah kami sudah turun masuk habis itu tidak, Tidak terus terusan itu, Ya kalau kami turun tidak buang disitu,” imbuhnya. . (DmS)

Baca Juga:  Dapat Tambahan Vaksin PMK 8.000 Dosis, Pemkab Magetan Mulai Re Vaksin Sapi.

 1,027 total views,  3 views today