Connect with us

Budaya

Selamatan Haul Ki Hajar Wonokoso, Bentuk Toleransi Warga Kampung Wonomulyo.

Published

on

Selamatan Haul Ki Hajar Wonokoso, Bentuk Toleransi Warga Kampung Wonomulyo.

Rasi Fm – Warga Kampung Wonomulyo Desa Genilangit Kabupaten Magetan menggelar selamatan haul Ki Hajar Wonokoso, yang merupakan kegiatan tumpengan yang dilaksanakan warga dukuh Wonomulyo untuk mengirim doa kepada sesepuh pendiri kampung tersebut. Bupati Magetan Suprawoto yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, haul Ki Hajar Wonokoso merupakan kegiatan rutin warga Kampung Wonomulyo yang diadakan setiap 7 bulan sekali jatuh di wuku galungan di kalender Jawa.
Kegiatan haul dengan mengelar selamatan bersama sama seluruh warga yang berbeda agama dan keyakinan merupakan bentuk dari toleransi yang selama ini menjadi kebudayaan yang turun temurun dari nenek moyang mereka.
“Mendoakan arwah beliau sebagai cikal bakal yang babad Wonomulyo ini Yang menarik disini masyarakatnya dari berbagai macam agama. Ada Hindu, ada Budha, ada Islam. Penduduknya ada sekitar 1200 dari 320 KK. Ini menunjukkan bahwa toleransi di dusun paling tinggi di Magetan ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Kesenian Wayang Orang dan Wayang Kulit Akan Ramaikan HUT Magetan Ke 346

Bupati Magetan Suprawoto menambahkan, Kampung Wonomulyo mempunyai potensi wisata yang menarik mengingat kampung Wonomulyo merupakan kampong yang sering terlihat di atas awan dimana pada saat tertentu gumpalan awan tersebut berada di bawah kampung. Selain potensi keindahan alamnya, kampung Wonomulyo juga memiliki air terjun dan musik khas kampung Wonomulyo musik tongling.
“Dusun diatas awan itu ya disini, Disini sudah dikembangkan bisa menginap di rumah penduduk, Kalau dikota AC harus di atur di suhu 16 deajat celcius di sini malam hari suhunya bisa 12 derajat celcius,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jual Jamu Ilegal, Warga Magetan Diamankan Polisi

Kampung Wonomulyo dulunya dinamakan jeblog dimana di salah satu sudut kampung tersebut masih di dapati area yang selalu berlumpur tanahnya karena disitu dulunya dipercaya sebagai tempat menambatkan kuda Ki hajar Wonokoso.(DmS)

Baca Juga:  Terkait Ekskavasi Reruntuhan Candi Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan Koordinasi Dengan KPH Lawu Ds

 112 total views,  3 views today