Connect with us

Pendidikan

Plavon Ambrol 3 Tahun Belum Direhabilitasi, Dinas Pendidikan Magetan:  Data Dapodik SDN 2 Ngunut Tidak Ada.

Published

on

Plavon Ambrol 3 Tahun Belum Direhabilitasi, Dinas Pendidikan Magetan:  Data Dapodik SDN 2 Ngunut Tidak Ada.

RASI FM – Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan akan memanggil Kepala Sekolah SDN 2 Ngunut, Kecamatan Parang terkait plavon sekolah mereka yang ambrol sejak 3 tahun lalu namun belum mendapat alokasi rehabilitasi. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan Irawan mengatakan, pihaknya akan melakukan diskusi dengan kepala sekolah dan operator dapodik SD 2 Ngunut karena dari pantauan Dinas Pendidikan belum adanya rehabilitasi terhadap plavon SD Ngunut 2 dikarenakan tidak adanya data dapodik.

“Saya baru ada laporan dari pihak media, senen (hari ini) kita akan diskusi dengan kepala sekolah SD Ngunut dan operator dapodiknya karena setelah kami lacak di Dinas Pendidikan memang dapodiknya sementara belum fik dan datanya tidak ada. Didapodik ada 3 kategori dari peserta didik, pendidik dan sarpras. Tiga tiganya ini harus update keadaan sekarang, anak jumlahnya berapa, sarprasnya bagaimana ada ringan, sedang berat. Dari update sudah dibatasi tanggal 15,” ujarnya.

Baca Juga:  Warga Mantren Ditemukan Suaminya Tercebur Sumur Sedalam 12 Meter.

Irawan menambahkan, meski tidak menemukan data dapodik SDN 2 Ngunut namun Dinas mengkategorikan kerusakan ambrolnya plavon merupakan kerusakan ringan. Dinas Pendidikan mendapati adanya 17 sekolah lain yang kondisi kerusakan lebih parah dari SDN 2 Ngunut yang masuk kategori sedang yang akan mendapat perbaikan sarpras tahun ini.

Untuk kerusakan ambrolnya plavon SD 2 Ngunut menurut Irawan bisa dilakukan melalui pembiayaan pemeliharaan dari dana BOS sementara untuk kerusakan sarpras kategori sedang bisa diakomodir oleh Dinas pendidikan namun disesuaikan dengan data dapodik dan anggaran.

Baca Juga:  Taman Dharmawangsa Magetan Dipercantik Dengan Paving Blok, Warga Bisa Wisata Kuliner dan Nongkrong.

“Tetapi kita dapati kemarin ditemukan ada yang berat, yang berat itu sekolah itu ambruk itu baru berat. Tidak bisa dipakai. Itu baru Plavon ini kategorinya ringan tapi dibaca di dapodik belum menandakan itu ringan, jadi kita panggil. Ringan itu seharusnya di Bos bisa dibiayai namanya pemeliharaan, untuk pembetulan sarpras. Kalau yang sedang nanti kita akomodir tapi sesuai dengan data pokok, kita akomodir dikriteriakan, ” imbuhnya.

Meski SD 2 Ngunut mengalami kerusakan plavon ambrol, namun tidak adanya data dapodik membuat 17 sekolah dasar yang mengalami keruskan sedang dengan kondisi atap yang melengkung atau kerusakan plavon hampir ambrol akan mendapat rehabilitasi sarpas tahun ini. Tahun ini menurut Irawan tidak ada kerusakan sapras kategori berat atau sekolah ambruk.

Baca Juga:  Warga Kesulitan Dapatkan LPG Subsidi 3 Kilogram di Pengecer, Disperindag Magetan Pastikan Tak Ada Pengurangan Stok di Tingkat Pangkalan.

“Ini ada 17 titik yang akan kita kerjakan tahun 2024 kondisinya sedang, yang ringan masuk pemeliharaan, yang sedang kita carikan APBD maupun DAK. DAK itu dari pusat, dari pusat itu membacanya dari Dapodik tentunya sekolah itu juga kesulitan menerima DAK, tetapi kalau tidak dari DAK kita carikan dari APBD. Sedang itu biasanya atapnya sudah melengkung, bocor, plavonnya mulai ambruk, itu sedang. Kalau berat itu pondasi itu turun dan ambruk itu sudah. Selagi pondasi masih kuat dan tembok masih mungkin hanya rusak sedang itu yang atap,” ucapnya. (DmS).

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM