Connect with us

News

Mobilitas Warga Magetan Dalam Penerapan PPKM Masih Tinggi, Ini Penyebabnya.

Published

on

Mobilitas Warga Magetan Dalam Penerapan PPKM Masih Tinggi, Ini Penyebabnya.

Rasi Fm – Dalam penilaian mobilitas warga selama pelaksanaan PPKM Darurat, Kabupaten Magetan masih masuk dalam penilaian mobilitas warga masih tinggi. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, penilaian mobilitas warga dalam pelaksanaan PPKM Darurat dilakukan dengan menggunakan tekhnologi google map, sehingga pergerakan warga Magetan yang masih tinggi terpantau. Untuk mengurangi tingginya mobilitas warga Bupati Magetan Suprawoto berharap warga keluar rumah untuk hal hal yang sangat penting saja.
“Mobilitasnya kita masih tinggi dipantau dari satelit, sehingga tidak bisa membohongi. Sehingga kami menghimbau kepada masyarakat sektor yang vital bisa tetap berjalan kalau tidak perlu betul tidak usah keluar rumah. Karena penyebaran varian delta ini luar biasa,” ujarnya.
Masih tingginya mobilitas warga Magetan dalam penilaian pelaksanaan PPKM Darurat menurut Bupati Magetan Suprawoto dipengaruhi sejumlah faktor diantaranya adalah panen tebu dan kegiatan jual beli sayur sebagai komoditas unggulan Kabupaten Magetan yang didistribusikan ke sejumlah Kabupaten Kota. Saat ini Kabupaten Magetan juga sedang panen tebu sebanyak 600.000 ton dimana selain diolah di Magetan tebu tersebut juga didistribusikan ke sejumlah Kabupaten lain sehingga mobilitas warga masih terlihat tinggi.
“ Moblitas itu mungkin saya anilasa sama mas dandim sama kapolres, Magetan ini kan 30 persen lahan pertaniannya untuk lahan tebu. Dan saat ini lagi panen, kita panen tebu itu 600.000 ton, 600 itu yang bisa kita olah di Magetan hanya 480 yang 120 dikirim ke Sragen ke Madiun na ini kan truknya lalu lalang dan itu truknya tidak mungkin kita hentikan. Kita ini kan produksi sayur, kalau jam 12 malam mulai gerak kan, dan itu tidak mungkin berhenti. Itu yang membuat kabupaten lain tidur kita bergerak,” imbuhnya.
Untuk menekan tingginya mobilitas warga selama pelaksanaan PPKM Darurat sejumlah jalan menuju Kabupaten Magetan dilakukan penyekatan dan penutupan dengan jadwal tertentu. Bahkan sejumlah titik penyekatan diberlakukan salama 24 jam. (DmS)

Baca Juga:  KPID Jatim Larang Siaran Jajak Pendapat Saat Hari Pencoblosan Pilkada Serentak Tahun 2024

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM