RASI FM – Meski telah terjadi kesepakatan damai antara Nuzulul yang merupakan penari jathil reog Ponorogo, Jawa Timur dengan pelaku pelecehan yang bernama Djemono dalam kasus video viral perlakuan yang tidak sepantasnya dimana penonton yang mabuk memegang bagian terlarang penari jathil, namun pelaku tak serta merta bebas dari sanksi sosial. Sesepuh tokoh seni Reog Ponorogo Hari Purnomo tetap memberikan hukuman berupa menjadi petugas yang menjaga keamanan saat ada pagelaran reog Ponorogo di Kecamatan Sawoo. “Setiap ada kesenian reog yang tampil khususnya di Sawoo, sampean harus hadir. Sampean tak hukum jadi pengaman. Kalau ada yang berbuat tidak senonoh sampean yang ngatasi,” ujar mbah Pur atau Hari Purnomo di kediamannya usai mediasi Selasa (13/5/2025).
Mbah Pur yang juga sesepuh warok Ponorogo tersebut meminta kepada masyarakat untuk menghargai seniman Reog Ponorogo saat menggelar pertunjukan. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keberlangsungan dan kelestarian seni Reog Ponorogo yang mendunia. “Setiap ada kejadian seperti ini kita selalu mengumpulkan teman-teman dan keamanan, karena demi kewibawaan Reog Ponorogo yang semakin hari semakin mendunia,”imbuhnya.
Sementara korban, Nuzulul (21) mengaku melalui mediasi baik di Polsek Sawoo maupun di rumah sesepuh reog Ponorogo Mbah Pur memaafkan pelaku dan sudah mencabut laporannya. Meski mengaku masih trauma namun dia mengaku akan tetap terus menjadi pelestari budaya seni reog Ponorogo dengan menjadi penari jathil. Dia juga berharap seniman jathil lainnya tidak takut untuk menggeluti dan melestarikan kesenian reog Ponorogo. “Jathil lainnya nggak usah takut, karena kita pelestari budaya dan pelestari itu dilindungi. Kejadian ini bisa menjadi pembelajaran kita semua,” katanya.
Sementara pelaku pelecehan terhadap penari jathil, Djemono dihadapan sesepuh seniman Reog Ponorogo, Mbah Pur, mengakui khilaf dan meminta maaf kepada korban dan seluruh seniman reog Ponorogo. Dia juga mengaku menerima sanksi menjadi petugas pengamanan ketika ada pagelaran. “Saya ceroboh, saya minta maaf. Saya tidak kontrol karena pengaruh miras. Saya juga minta maaf kepada seluruh seniman reog ponorogo dan saya berjanji tidak mengulangi kembali” katanya.
Sebelumnya video penonton pagelaran reog Ponorogo berbuat tidak sepantasnya dengan memegang bagian terlarang seorang penari jathil saat tampil di Desa Tugurejo, Kecamatan Sawoo, Ponorogo pada Senin (11/5) malam, viral di media sosial. (DmS)