Connect with us

News

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Telah Lakukan 113 Droping Air Bersih ke 15 Desa Terdampak.

Published

on

Kekeringan Meluas, BPBD Ponorogo Telah Lakukan 113 Droping Air Bersih ke 15 Desa Terdampak.

RASI FM – Krisis air bersih akibat musim kemarau meluas di 15 desa di 7 kecamatan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo mengatakan, meluasnya kekeringan terjadi di sejumlah RT yang berada di 15 desa yang sebelumnya tidak termasuk wilayah krisis air bersih.

“Meluasnya itu di satu dukuh itu kemarin 4 RT, sekarang kekeringan meluas menjadi 6 RT. Sebelumnya wilayah tersebut tidak mengalami kekeringan, “ ujarnya melalui sambungan telepon Senin (30/9/2024).

Agung menambahkan, di 15 desa tersebut tercatat ada 923 kepala keluarga atau 2.135 jiwa yang saat ini terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau. Krisis air bersih disebabkan sumur yang menjadi sumber air warga saat ini mulai mengering.

Baca Juga:  Launcing Program PKH Plus, Pemkab Magetan Serahkan Bantuan Keuangan dari Provinsi Kepada 458 Lansia Penerima Manfaat.

“Mereka punya sumur namun kapasitas airnya tidak mencukupi kebutuhan warga. Di beberapa titik seperti Nduri, Wates, Krajan Tengah itu bahkan sumurnya kering, sama sekali tidak ada air yang keluar,” imbuhnya.

Untuk mandi dan cuci warga memanfaatkan air sungai yang jaraknya 3 kilo dari rumah.

Untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga di 15 desa yang mengalami kekeringan, BPBD Kabupaten Ponorogo telah melakukan droping air bersih sebanyak 113 kali dengan total 710.000 liter. Droping air bersih hanya untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak warga.

Baca Juga:  Siapkan Mudik Nyaman, Polres Magetan Siapkan 9 Pos di Jalur Rawan Kecelakaan

“Untuk kebutuhan air bersih kita droping setiap desa itu 2 kali dalam seminggu dimana satu hari kita melakukan droping di 4 titik. Hingga hari ini kita sudah droping air bersih sebanyak 113 kali,” ucap Agung.

Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci warga terpaksa menggunakan air sungai. Warga Desa Wates bahkan terpaksa harus berjalan 3 kilometer untuk bisa mengakses sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci.

“Air yang kita droping memang khusus untuk kebutuhan air minum dan memasak, kalau kebuthan mandi dan mencuci warga menggunakan air sungai. Di Wates itu jarak sungai dengan desa sekitar 2 sampai 3 kilo,” ucap Agung.

Baca Juga:  Aplikasi E Perisai Kolaborasi Pengadilan Agama dengan Dispenduk Magetan Permudah Pelayanan Suami Istri Yang Bercerai Dapatkan Dokumen Kependudukan.

Meski Kabupaten Ponorogo sempat diguyur hujan beberapa hari terakhir namun intensitas hujan tidak merata di semua wilayah. Dari prakiraan cuaca BMKG hujan baru akan turun di Kabupaten Ponorogo pada akhir bulan Oktober mendatang.

“Bulan Oktober diperkirakan baru akan turun hujan, itupun baru hanya di sejumlah wilayah belum semua wilayah di Ponorogo akan turun hujan,” pungkasnya. (dMs)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM