Connect with us

Kum&KRIM

Kades Tersangka Korupsi Pembangunan Embung di Magetan Diancam Hukuman 1,5 Tahun Penjara.

Published

on

Kades Tersangka Korupsi Pembangunan Embung di Magetan Diancam Hukuman 1,5 Tahun Penjara.

Rasi Fm – Supangat Kepala Desa Kalangketi, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, terancam hukuman 1,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya terkait dugaan korupsi anggaran pembangunan embung di desanya. Dasi Kuasa Hukum yang mendampingi Supangat mengatakan, jaksa penuntut umum menyangkakan kliennya melanggar pasal 3 Penyalahgunaan wewenang dalam Undang Undang Tindak Pidana Korupsi. “Untuk ancaman hukuman 1 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” ujar Dasi ditemui Pengadilan Negeri Magetan Senin (23/05/2022).
Dasi menambahkan kliennya telah mengembalikan kerugian uang negara sebesar Rp 489 juta melalui Kejaksaan Negeri Kabupaten Magetan. Dengan niat baik tersebut dia berharap ada keringanan hukuman kepada tersangka. “Harapan kita ada keringanan hukuman mengingat tersangka sudah mengembalikan kerugian negara,” imbuhnya.
Dasi menyayangkan tidak adanya upaya pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan maupun Dinas Pemberdayaan masyarakat dan desa mengingat proyek pembangunann embung tidak mengantongi ijin dari BBWS DAS Solo terkait sumber air yang digunakan untuk mengisi embung. Pemerintah Kecamatan dan Dinas PMD Magetan menurutnya harusnya menghentikan pembangunan embung sebelum menimbulkan kerugian negara lebih besar. “Tidak ada surat teguran dari pemerintah kecamatan maupun dinas PMD dimana seharusnya ada pengawasan kalau persyaratan tidak lengkap. Seharusnya dihentikan,” katanya.
Sebelumnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Magetan, menetapkan Kepala Desa Kalangketi Supangat terkait dugaan korupsi anggaran di 5 kegiatan pembangunan proyek embung dan talud di desanya. Modus yang digunakan Kepala Desa Kalangketi adalah dengan mencairkan anggara melalui bendahara dan mengelola sendiri uang yang digunakan untuk membangun talut. Dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Provinsi Jawa Timur ada kerugian negara sebesar lebih dari Rp 489 juta.

Baca Juga:  Kasus Perkelahian Pengunjung Telaga Sarangan dengan Pemilik Warung Dipicu Pesanan Sate Masih Berlanjut.

 205 total views,  3 views today