Connect with us

News

Disnaker Ponorogo Belum Menerima Kabar Kepastian Pemulangan Jenazah PMI Korban Kebakaran Kompleks Apartemen Wang Fuk Court Dari KJRI.

Published

on

Disnaker Ponorogo Belum Menerima Kabar Kepastian Pemulangan Jenazah PMI Korban Kebakaran Kompleks Apartemen Wang Fuk Court Dari KJRI.

RASI MAGETAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima kepastian jadwal pemulangan jenazah PMI asal Ponorogo yang diduga menjadi korban kebakaran di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Hongkong. Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnaker Ponorogo, Muhrodhi, menyampaikan bahwa seluruh informasi resmi terkait pemulangan jenazah sepenuhnya berasal dari KJRI Hongkong, sehingga Disnaker tidak dapat menyampaikan jadwal apa pun sebelum menerima surat resmi. “Informasi pemulangan itu pasti dari KJRI Hongkong. Kami belum dapat surat, jadi belum bisa memastikan,” ujarnya.
Muhrodhi menjelaskan bahwa surat resmi dari KJRI biasanya memuat detail penerbangan, maskapai, dan jadwal kedatangan jenazah di Bandara Juanda, termasuk identitas ahli waris. Hingga kini, Disnaker Ponorogo belum memperoleh dokumen tersebut. Ia juga menyebut data yang beredar terkait jumlah WNI terdampak maupun identitas korban masih simpang siur. “Kami menerima angka 140 orang terdampak, tapi tidak jelas mana yang orang Ponorogo. Data resminya belum ada,” katanya.
Terkait nama PMI yang diduga menjadi korban, Muhrodhi menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan identitas tersebut. Informasi yang beredar menyebut nama Martiana, namun ia menunggu konfirmasi resmi dari KJRI sebelum menyampaikan kepastian kepada publik. Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga terakhir berkomunikasi dengan korban pada pukul 10.00 WIB dan korban masih terhubung dengan rekan sesama PMI pada pukul 14.00 WIB, sebelum akhirnya tidak bisa dihubungi pascakejadian.
Disnaker Ponorogo berharap PMI yang bersangkutan dalam kondisi selamat karena kemungkinan masih banyak. Muhrodhi menyampaikan bahwa sebagian PMI Ponorogo berangkat secara mandiri melalui BP2MI, sehingga data di daerah tidak selalu lengkap. “Kami masih menunggu informasi resmi. Selama belum ada surat dari KJRI Hongkong, kami tidak bisa memastikan apa pun,” tegasnya.

Baca Juga:  Anis Dardiri Peternak Ayam Kuntara, Raup Untung Dari Telur dan Daging.

 555 total views,  3 views today