Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Dinkes Magetan Gencarkan Pemeriksaan Pasien Melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Temukan Pasien TBC

Published

on

Dinkes Magetan Gencarkan Pemeriksaan Pasien Melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Temukan Pasien TBC

RASI MAGETAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan masyarakat guna mempercepat penemuan kasus Tuberkulosis (TBC). Hingga pertengahan Oktober 2025, tercatat baru 700 kasus TBC atau 42 persen dari total estimasi 1.600 kasus per tahun yang ditargetkan pemerintah. “Target kita tahun ini minimal menemukan 1.600 kasus TBC sesuai perkiraan jumlah kasus di Magetan. Artinya, masih ada sekitar 900 kasus lagi yang harus kami temukan. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Magetan, Rohmad Hidayat, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan di Gedung PGRI, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga:  Pemkab Magetan Usulkan 920 Yang Masuk Dapodik Untuk Formasi Guru P3K Tahun Ini.

Rohmad menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat upaya penanggulangan penyakit TBC yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bawah arahan Presiden Republik Indonesia. “Program pengendalian TBC ini merupakan program prioritas presiden. Dalam waktu lima tahun ke depan, kasus TBC harus turun sebesar 50 persen. Karena itu, kami terus memperkuat langkah pencegahannya melalui berbagai pendekatan,” terangnya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah active case finding atau penemuan kasus aktif dengan cara memeriksa langsung masyarakat yang diduga mengidap TBC. Pasien yang terdeteksi positif segera diobati, sementara mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita juga mendapat terapi pencegahan.

Baca Juga:  Paramitra Dorong Magetan Bentuk Tim Koordinasi Permanen Penanganan Gangguan Mata Anak

Menurut Rohmad, kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) yang rutin digelar di berbagai wilayah menjadi sarana penting untuk menjaring pasien TBC. Melalui PKG, masyarakat dapat menjalani skrining awal, dan jika hasilnya menunjukkan indikasi TBC, akan segera dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan metode diagnostik seperti DAHA, ECM, atau Larsen. “Kalau dari hasil skrining PKG ada yang mengarah ke TBC, langsung kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika hasilnya positif, langsung kami obati,” tegasnya. Ia menambahkan, meski target bebas TBC pada tahun 2030 masih diragukan tercapai, Dinas Kesehatan Magetan berkomitmen mempercepat deteksi dan pengobatan agar seluruh pasien bisa sembuh tuntas. (DmS)

Baca Juga:  Kasus Leptospirosis di Magetan Bertambah Jadi Tiga Orang, Dinkes Perkuat Kewaspadaan

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM