Connect with us

News

Cek Harga Gabah Langsung ke Sawah, Riyono Pastikan Petani Nikmati Harga di Atas HAP

Published

on

Riyono Caping: Negara Wajib Jamin Stok Pangan, 85 Daerah Masih Defisit Jelang Ramadhan

RASI MEDIA  – Anggota DPRD Jawa Timur Riyono turun langsung ke sawah di Desa Pacing, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, untuk mengecek harga gabah yang diterima petani. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan petani dan pedagang gabah yang melakukan transaksi saat panen berlangsung guna memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

“Harga gabah dan beras di petani harus sesuai dengan aturan dari Inpres Nomor 4 Tahun 2026 yang diterjemahkan dalam Peraturan Kepala Badan Pangan Nomor 14 Tahun 2025. Rujukan utamanya, harga Gabah Kering Panen di petani harus Rp6.500 per kilogram dengan syarat kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa 10 persen,” kata Riyono.

Baca Juga:  MILLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL

Menurut Riyono, pengawasan harus dilakukan langsung di lapangan, bukan hanya mengandalkan laporan. “Pengawasan kebijakan ini harus dikawal sampai level terbawah, yaitu sawah dan petani langsung. Berita dan laporan dari pemerintah harus diverifikasi oleh legislatif tanpa adanya perantara. Karena itu saya datang ke Desa Pacing, bertemu petani yang sedang panen dan berdialog langsung dengan mereka di sawah,” ujarnya.

Baca Juga:  Gelar Reuni Akbar, Alumni SMAN 1 Magetan Ajak Geliatkan Perekonomian Magetan.

Dari hasil pengecekan, Riyono menemukan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani telah mencapai Rp7.700 per kilogram dengan kadar air di bawah 25 persen. Ia juga berdialog dengan pedagang yang membeli gabah untuk dijual ke Bulog.

“Dialog saya bersama petani dan pedagang membuktikan bahwa harga GKP sudah jauh di atas Harga Acuan Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram. Bahkan kenaikannya lebih dari 19 persen. Artinya, ada kenaikan harga yang bagus untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Riyono menilai harga tersebut memberikan keuntungan yang cukup baik bagi petani. Dengan produktivitas sekitar tujuh ton per hektare, petani diperkirakan memperoleh pendapatan sekitar Rp53,9 juta setiap musim panen. Setelah dikurangi biaya produksi sekitar Rp30 juta per hektare, petani masih berpotensi meraih keuntungan sekitar Rp23 juta dalam satu musim tanam.

Baca Juga:  Amini Proses Koalisi dengan Golkar dan Nasdem, PKB Sebut Ada Agenda Tanggal 23.

“Petani saat ini mendapatkan harga gabah paling bagus. Mereka senang dan bangga menjadi petani karena hasil panen dapat digunakan untuk membiayai kuliah anak serta memenuhi kebutuhan harian keluarga,” tutup Riyono.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM