Connect with us

News

BPBD Magetan Siagakan 11 Alat Peringatan Dini Hadapi Musim Hujan

Published

on

BPBD Magetan Siagakan 11 Alat Peringatan Dini Hadapi Musim Hujan

RASI MAGETAN – Menjelang puncak musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mulai melakukan serangkaian langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang. Kasi Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Magetan, Eka Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan identifikasi ulang wilayah rawan serta pengecekan sistem peringatan dini (EWS) di sejumlah titik. “Secara umum Magetan sudah mulai memasuki musim hujan. Kami mengidentifikasi ulang daerah rawan banjir dan longsor, terutama di wilayah Sarangan dan daerah atas. Selain itu, kami juga melakukan pengecekan terhadap seluruh sistem EWS banjir dan longsor yang berjumlah 11 unit,” jelas Eka, Minggu (27/10/2025).

Baca Juga:  1.600 Anggota Koperasi di Magetan Meriahkan HUT ke-78 dengan Kegiatan Sosial

Ia menambahkan, bila ditemukan kerusakan pada alat, tim akan segera melakukan perawatan dan perbaikan agar fungsi peringatan dini tetap optimal.

Selain pemeliharaan alat, BPBD juga memperkuat penyebarluasan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG kepada masyarakat. “Kami memastikan setiap informasi cuaca ekstrem segera diteruskan ke warga agar bisa melakukan antisipasi lebih awal. SDM kami juga disiagakan 24 jam, dan peralatan terus kami cek agar siap digunakan kapan pun,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bantah Persulit Kucuran KUR, BRI Magetan Mengaku Sudah Kucurkan 700 Miliar KUR

Eka mengungkapkan, sepanjang Oktober ini BPBD telah mencatat 17 kejadian bencana di Magetan, sebagian besar berupa pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. “Ada tiga rumah yang terdampak, sebagian besar bagian dapur atau belakang rumah. Satu rumah mengalami kerusakan berat di bagian atap, dan kami sudah salurkan bantuan darurat seperti terpal, bahan bangunan, serta paket sandang dan pangan,” katanya.

Untuk kondisi alat peringatan dini, Eka menuturkan sebagian besar masih berfungsi dengan baik. “Sekitar 80–90 persen EWS masih dalam kondisi bagus. Hanya satu alat di Ngelang yang sempat tersambar petir saat hujan pertama, dan kini sedang dalam proses pengecekan oleh tim pencegahan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Permudah Proses Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa, Pemkab Magetan Akan Rilis Aplikasi Simbatan.

BPBD Magetan juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem hingga 29 Oktober 2025, sesuai peringatan dari BMKG yang memprediksi hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Magetan dan sekitarnya. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM