RASI FM – Puluhan peralatan praktek jurusan taat rias dan jurusan tata boga milik SMKN 2 Ponorogo turut terendam banjir yang merendam 7 kecamatan di Kabupaten Ponorogo, yang terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 01:00 WIB. Kepala SMKN 2 Ponorogo Farida Hanim Handayani mengatakan, kerugian dari peralatan yang rusak ditaksir lebih dari Rp 2 miliar. Salah satu peralatan kecantikan milik sekolah yang terendam bahkan senilai mobil avanza. “Sembilan puluh persen peralatan untuk memasak kelas tata boga rusak sementara peralatan untuk jurusan kecantikan sekitar 60 persennya rusak, Yang paling mahal adalah peralatan kecantikan yang mencapai ratusan juta, itu bisa seharga mobil Avanza. Belum lagi peralatan untuk tata boga ada yang satu buah bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kalau kerugian kita masih meghitung diperkirakan ya miliaran rupiah,” ujarnya
Farida Hanim Handayani mengaku selama memimpin SMKN 1 Ponorogo Farida sekolah yang dipimpinnya sudah 3 kali terendam banjir. Pada tahun 2007 banjir bahkan mencapai setinggi pintu atau sekitar 2 meter. Meski demikian arus air tak sederas banjir kali ini. “Pertama tahun 2007 itu tidak separah ini. Tahun 2019 air tinggi air sepintu sekitar 2 meter tapi airnya tenang. Kalau yang kemarin airnya deras sekali. Minggu malam saya ke sekolah Pukul 01:15 WIB air sudah memenuhi ruang kelas dengan arus yang deras. Sampai lemari pendingin di jurusan Tata Boga banyak yang tumbang,” katanya.
Farida mengaku dibutuhkan waktu lebih dari sebulan untuk mengembalikan lingkungan sekolah bebas dari lumpur. Pihaknya saat ini juga melakukan inventarisasi peralatan sekolah agar bisa kembali mendapat gantinya sehingga proses pembelajaran bagi lebih dari 1.400 siswa bisa kembali berjalan normal
Pada hari Senin pihak sekolah memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Dan hari Selasa siswa masuk sekolah untuk bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan sekolah.(DmS)