RASI FM – Kepolisian Resor Magetan akan menurunkan 604 personil dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Magetan. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Magetan AKBP Satria Permana dalam kegiatan simulasi pengamanan pilkada di halaman Polres Magetan pada Senin pagi tadi. Selain 604 anggota polisi sebanyak 203 personil dari TNI juga akan dikerahkan dalam pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024 mendatang.
“Kita siapkan personil pengamanan sebanyak 604 personil polisi , kita bersinergi dengan TNI sebanyak 203 personil, didukung dengan linmas, “ujarnya.
Satria Permana menambahkan, selain pengamanan lokasi vital seperti Kantor KPU Magetan, polisi juga akan mengamankan 1.033 tempat pemungutan suara atau TPS. Polisi juga akan melakukan patroli dalam skala besar untuk melakukan pengamanan situasi dan lingkungan yang kondusif.
“Nantinya akan ada mengamankan selain kantor kantor penyelenggara pemilu kita juga akan laksanakan patroli skala besar dan kita laksanakan pengamana 1.033 TPS,” imbuhnya.
Sementara Pj Bupati Magetan Nihzamul mengatakan, dengan dilakukan gelar pasukan dan simulasi pengamanan pilkada 2024 di Polres Magetan mencerminkan kesiap siagaan pelaksanaan pengamanan pelaksanaan Pilkada 2024 di Kabupaten Magetan. Dia berharap masyarakat menjaga kondusifitas keamanan di Kabupaten Magetan dengan mengikuti aturan yang telah ditetapkan KPU dalam pelaksanaan Pilkada 20924 mendatang.
“Saya pikir cukup adem nanti Pilkada di Magetan, adem, tentrem, aman . Pengamanan dari Polres saya pikir cukup mateng. Kita harap pelaksanaan berjalan dengan baik dan juga masyarakat mentaati aturan yang telah ditetapkan oleh KPU dan pengawasannya oleh Bawaslu. Kita juga berharap partisipasi masyarakat ini ditingkatkan dari pelaksanan pemilu sebelumnya,” ucapnya.
Kepolisian Resor Magetan menggelar simulasi pengamanan pelaksanan pilkada di halaman Polres Magetan dengan menampilkan kesiap siagaan personil Polisi, TNI dan linmas. Dalam simulasi juga di tampilkan skenario penanganan kerusuhan hasil Pilkada dengan kesiap siagaan personil TNI yang dibantu dengan kendaraan water canon dalam menangani demo yang digelar masyarakat. (DmS)