Connect with us

Kum&KRIM

Polres Magetan Tindak Tegas Oknum Yang Ditengarai Akan “Jual Jasa” Pengurusan Dokumen Kendaraan

Published

on

Polres Magetan Tindak Tegas Oknum Yang Ditengarai Akan “Jual Jasa” Pengurusan Dokumen Kendaraan

Rasi Fm – Kepolisian Resor Magetan menindak tegas oknum Petugas Harian Lapangan (PHL) yang kedapatan akan menawarkan jasa pengurusan dokumen kendaraan di Kantor Samsat Magetan. PHL merupakan tenaga kerja harian lepas yang diperbantukan. Kasatlantas Polres Magetan AKP Trifona Situmorang mengatakan, terungkapnya upaya menawarkan jasa oleh PHL setelah beredar postingan di media social. Dalam postingan pemilik akun FB Sandi Santrine Al Karim mengaku harus membayar Rp 400.000 untuk pengurusan STNK yang hilang dengan kemudahan pengurusan persyaratan seperti pengumuman kehilangan di media massa, pengurusan surat pernyataan di tingkat desa dan lain sebagainya.
Kasatlantas Polres Magetan AKP Trifona Situmorang menambahkan, upaya menawarkan jasa pengurusan dokumen oleh oknum petugas samsat tersebut gagal setelah pemilik akun protes terkait aturan pengurusan dokumen STNK yang hilang hanya membayar Rp 100.000 dengan pengurusan syarat pengajuan diurus sendiri oleh pemilik dokumen yang hilang.
Terkait Postingan tersebut AKP Trifona mengaku telah menindak tegas dan meminta keterangan oknum PHL . Pihaknya juga telah melakukan klarifikasi terhadap pemilik akun Sandi Santrine Al Karim terkait pengurusan dokumen kehilangan STNK yang sesuai aturan. Satlantas juga telah memasang banner aturan kepengurusan dokumen kendaraan di Kantor Samsat sehingga warga mengetahui aturan mengurus dokumen yang benar tanpa tergiur dengan tawaran oknum yang menjanjikan pengurusan dokumen.
Meski akhirnya pemilik akun Sandi Santrine Al Karim dalam video yang beredar di media social membayar biaya pengurusan STNK hilang tetap Rp 100.000, namun Kepolsian Resor Magetan tetap mengambil tindakan tegas terhadap oknum PHL.
“Itu yang melakukan pelayanan di samsat saya sampaikan tidak ada lagi yang melakukan seperti itu, saya tindak tegas. Ini kan berarti sudah peringatan untuk kita. Dan untuk si anak sudah kita datangi juga, kita sudah ada permintaan maaf dari anggota tersebut dengan didampingi sekretaris desa. Kiat sudah siapkan benner, jadi masyarakat sudah bisa melihat langsung apa peraturan yang sudah ada. Aturannya seperti itu dan masyarakat sudah melaksanakan karena mereka sudah tahu aturannya,” ujarnya. (DmS)

Baca Juga:  Kondisi Sakit, Dua Nenek di Magetan Ini Tinggal di Satu Kamar Yang Sempit

 195 total views,  3 views today