Connect with us

Politik

Permainkan Harga Pupuk Subsidi, 3 Penyalur Pupuk di Magetan Dipecat Sebagai Penyalur

Published

on

Permainkan Harga Pupuk Subsidi, 3 Penyalur Pupuk di Magetan Dipecat Sebagai Penyalur

Permainkan Harga Pupuk Subsidi, 3 Penyalur Pupuk di Magetan Dipecat Sebagai Penyalur

Rasi Fm – Perusahaan Pupuk Petro Kimia Gresik memecat 2 penyalur dan melakukan skors 1 penyalur pupuk bersubsidi di Kabupaten Magetan. Endi Susilo Staff Penjualan Daerah Pemasaran Petrokimia Gresik mengatakan, 2 penyalur pupuk subsidi tersebut melanggar kaidah penyaluran pupuk bersubsidi. dengan menjual pupuk bersubsidi kepada petani yang tidak masuk di RDKK serta menjual pupuk bersubsidi lebih mahal dari ketentuan. “ Dia harus di RDKK, kemudian dia harus mengedukasi kepada petani, kemudian tidak menjual diatas harga eceran yang ditentukan oleh pemerintah. Itu kaidah kaidah yang ditentuan pemerintah,” ujarnya Selasa (08/09/2020).
Endi menambahkan, terhadap ke 2 penyalur pupuk bersubsidi perusahaan pupuk telah melakukan tindakan peringatan hingga skorsing, namun kedua penyalur tetap melakukan pelanggaran kaidah penyaluran pupuk bersubsidi.“ Kalau manakala ada dilanggar satu dua dari peraturana itu maka kami akan melihat bobotnya di permendag ada. Kalau dia melanggar menjual lebih dari harga eceran tertinggi maka akan kita skors. Kalau tidak ada perubahan kita berhentikan. Karena ditengah ini masih mengulang lagi kita berhentikan kios tersebut,” imbuhnya.
Sementara 1 penyalur pupuk bersubsidi diskors karena tidak loyal terhadap distributor dengan cara pupuk subsidi dipaketkan dengan produk lain sehingga menimbulkan keluhan petani. Penyalur tersebut juga tidak mengindahkan teguran sehingga di berhentikan sebagai penyalur pupuk bersubsidi.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan mengaku belum mengetahui adanya penyalur pupuk bersubsidi nakal yang diberhentikan oleh perusahaan pupuk petro Kimia Gresik karena mempermainkan harga pupuk. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan Sucipto mengatakan, saat ini pihaknya sudah sering melakukan pengawasan terhadap 147 kios penyalur pupuk bersubsidi. “ Minggu ini saya akan cek seluruh kios seuumlah 147. Kalau benar benar terbukti dia tidak sesuai peruntukannya akan kita sanksi dan kita ganti,” katanya.
Sebelumnya petani di Desa Gebyog mengeluhkan kuota pupuk yang tidak sesuai dengan kuota di SK Kecamatan yang beredar. Di Sk Camat Karangrejo tersebut tidak mencantumkan tanda tangan dan stempel. Namun pihak PPL kemudian menunjukkan adanya kuota realokasi di bulan Agustus dimana data realokasi juga dikeluhkan petani karena PPL tidak memberikan data realokasi tersebut. (DmS)

 55 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *