Connect with us

Politik

Ini Tanggapan Camat Dan Soal SK Kuota Pupuk Bersubsidi Tanpa Tanda Tangan Yang Beredar di Desa Gebyog.

Published

on

Ini Tanggapan Camat Dan Soal SK Kuota Pupuk Bersubsidi Tanpa Tanda Tangan Yang  Beredar di Desa Gebyog.

Ini Tanggapan Camat Dan Soal SK Kuota Pupuk Bersubsidi Tanpa Tanda Tangan Yang  Beredar di Desa Gebyog.

Rasi Fm – Camat Karangrejo Boimin memastikan jika SK yang beredar di masyarakat desa Gebyog terkait kuota pupuk bersubsidi merupakan konsep yang saat ini sudah di ganti dengan SK yang sudah ditanda tanganinya. Beberapa waktu lalu kelompok tani di Desa Gebyog meminta kejelasan kuota pupuk yang mereka terima karena menurut perhitungan mereka berdasaran SK yang mereka terima dari kios penyalur pupuk masih menyisakan puluhan ton pupuk bersubsidi. namun di dalam SK yang diterima petani tidak dicantumkan tanda tangan dan stempel kantor camat.
“ Itu konsep itu, itu sudah tidak berlaku yang SKnya sudah dibawa oleh PPL. Jadi sudah saya konfirmasi dengan PPL bersama teman temannya. Siapa yang menyerahkan itu, ternyata yang menyerahkan itu yang jual pupuk itu karena didesak oleh kelompok taninya minta SK pak Camat, lha kok tidak minta ke PPLnya, itu kok dikasih?” ujarnya.
Sementara BPP Kecamatan Karangrejo Rahardi memastikan jika kuota pupuk bersubsidi bagi petani tahun 2020 kembali ada pengurangan kuota. Menurutnya petani di Desa Gebyog sah sah saja mempertanyakan kuota pupuk bersubsidi jatah mereka meski didalam pengurangan jumlah kuota belum dipastikan tidak ada kekurangan karena masih menunggu perhitungan penyaluran antara petani dengan kios penyalur. Namun menurutnya PPL tidak harus memberikan data kuota tersebut kepada petani.
“Memang alokasi untuk tahun ini ada penurunan, bukan berarti tidak ada kekurangan masalah yang lain, mungkin itu nanti menunggu hitungan data penyaluran saja antara kios dengan petani. Kita tidak diharuskan menyiapkan itu kepada kelompok , kalau kelompok pingin ya tinggal fotocopi,” katanya.
Sebelumnya kelompok tani di Desa Gebyog mempertanyakan jumlah kuota pupuk bersubsidi yang mereka terima kepada penyalur. Sayangnya data yang mereka terima dari kios penyalur tidak ada tanda tangan dan stempel dari Camat Karangrejo. Bahkan petani yang menggelar rapat di Balai Desa Gebyog mendapati bahwa melalui SK realokasi per bulan Agustus ada pengurangan kuota pupuk bersubsidi. Sayangnya petani juga tidak bisa mendapat data SK Realokasi yang dibawa oleh PPL. (DmS)

 61 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *